Hukum & Kriminal

Sekda Pemkab Gresik Jadi Tersangka

Gresik (beritajatim.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik akhirnya menetapkan mantan Kepala Badan Pendapatan Pengelolahan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) yang kini menjabat Sekda Pemkab Gresik, Andhy Hendro Wijaya (AHW) sebagai tersangka atas pengembangan perkara yang menjerat terdakwa M. Muchtar.

Kenaikan status tersangka tersebut berdasarkan keterangan saksi, dan dua alat bukti yang ada.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Pandoe Pramoekartika mengatakan, status tersangka itu merupakan perkembangan hasil penyidikan terhadap perkara di BPPKAD terkait pemotongan dana Insentif pemungutan pajak daerah.

“Mulai saat ini kami menetapkan inisial AHW sebagai tersangka,” katanya kepada wartawan, Senin (21/10/2019).

Pandoe menuturkan, AHW merupakan mantan Kepala BPPKAD tahun 2018 lalu. Sebelum ditetapkan sebagai tersangka. Tim penyidik Kejari Gresik sudah melayangkan surat panggilan sebanyak tiga kali. Namun, tidak pernah diindahkan. Pertama surat ke kantornya, kedua ke istri dan ketiga di kantornya.

“Semua surat yang dilayangkan tersebut tidak pernah diindahkan. Yang bersangkutan mangkir dari panggilan tersebut. Tersangka tidak kooperatif saat dipanggil sebagai saksi,” tuturnya.

Dalam waktu dekat, Kejari Gresik kembali melayangkan surat panggilan lagi. Jika tidak diindahkan lagi maka akan dimasukkan sebagai daftar pencarian orang (DPO). Bahkan, Kejari Gresik tidak segan melakukan tindak pencekalan.

“Kami juga menjerat tersangka dengan pasal 12 e dan 12 f Undang-Undang Tipikor,” imbuh Pandoe.

Saat ini lanjut Pandoe, timnya terus berupaya melakukan pencarian. Namun, hingga berita ini ditulis belum mendapatkan informasi keberadaan tersangka.

“Sudah kami konfirmasi ke pihak pemerintah dan istrinya tapi tidak ada yang tahu keberadaanya,” pungkasnya.

Terpisah terkait dengan penetapan tersangka ini. Kasubag Humas & Protokoler Pemkab Gresik A.Su’udin saat dikonfirmasi beritajatim.com mengatakan, pada prinsipnya pihaknya menyerahkan kasus ini pada proses hukum yang berlaku.

“Kami mematuhi proses hukum dan menyerahkan ke pihak Kejari Gresik,” pungkasnya. [dny/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar