Hukum & Kriminal

Sejumlah Pejabat Pemkab Mojokerto Masih Diperiksa, 3 Mobil Sitaan Dipindah

Mojokerto (beritajatim.com) – Tiga mobil sitaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat Bupati Mojokerto non-aktif Mustofa Kamal Pasa (MKP) dipindahkan.

Sebanyak tiga mobil sitaan KPK yang sebelumnya berada di halaman Polres Mojokerto Kota, Kamis (28/3/2019) dipindahkan ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas II Mojokerto di Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Sebanyak tiga mobil yang disita KPK itu yakni sebuah mobil Honda HRV warna hitam nopol S 1082 QH dikabarkan milik istri pejabat berinisial Re di Bagian Pembangunan Pemkab Mojokerto. Sedang mobil HRV warna silver nopol S 1853 RG yang dikabarkan milik pegawai Pemkab Mojokerto berinisial L.

Sedangkan satu kendaraan lainnya yang disita KPK yakni mobil Nissan March warna putih dengan nopol S 1968 RF yang dikabarkan milik salah seorang pihak swasta. Sekira pukul 14.10 WIB, ketiga mobil tersebut dibawa tiga orang sopir yang dikawal dua orang wanita yang merupakan petugas KPK.

Salah satu sopir yang mengemudikan mobil HRV warna silver nopol S 1853 RG membenarkan, jika ketiga mobil tersebut dipindahkan ke Rupbasan Kelas II Mojokerto. “Ya mau dibawa ke Rupbasan,” ungkapnya.

Sementara itu, pemeriksaan yang dilakukan penyidik KPK masih berlangsung di aula Wira Pratama lantai II Polres Mojokerto Kota. Beberapa pejabat Pemkab Mojokerto yang dimintai keterangan, diantaranya Mantan Kepala Dinas Perizinan Noerhono, Kepala Dinas Kesehatan, Didik Chusnul Yaqin.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Joko Wijayanto, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bambang Purwanto, Kepala Dinas Penanaman Modal, Perijinan Terpadu Satu Pintu, Abdullah Mukhtar, camat dan beberapa pihak swasta yang diduga merupakan kontraktor pemenang proyek jalan di era Bupati MKP. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar