Hukum & Kriminal

Sehari Setelah Putusan Vanessa Angel, Jaksa Masih Belum Bersikap

Surabaya (beritajatim.com) – Sehari usai putusan lima bulan yang dibacakan majelis hakim yang diketuai Dwi Purwadi terhadap Vanessa Angel namun masih belum ada sikap dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Novan Arianto.

Perlu diketahui, JPU Novan Arianto sebelumnya menuntut pidana penjara selama enam bulan penjara pada artis film televisi (FTV) ini. Artinya putusan hakim lebih ringan satu bulan dari tuntutan Jaksa.

Kasi Penkum Kejati Jatim Richard Marpaung menyatakan JPU sejauh ini masih bersikap pikir-pikir lantaran belum menerima petikan putusan dari Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

“Harus terima petikan putusan terlabih dahulu, baru laporan ke atasan kemudian mengambil sikap apakah banding atau tidak. Sebab selama ini baru membaca dari media saja,” ujar Richard, Kamis (27/6/2019).

Terkait masa tahanan selama lima bulan yang sudah dijalani Vanessa pada Sabtu nanti, Richard menyatakan bahwa itu kewenangan Rutan Medaeng. “Kalau nggak salah masa tahanannya juga sudah habis, jadi memang nanti Rutan Medaeng yang mengeluarkan tanpa harus menunggu sikap Jaksa,” ucap Richard.

Perlu diketahui, vonis lima bulan yang dijatuhkan Majelis hakim yang diketuai Dwi Purwadi pada Vanessa Angel membuat artis film televisi (FTV) ini akan segera menghirup udara bebas dalam minggu ini.

Pengacara Vanessa Angel, Abdul Malik menyatakan kliennya tersebut Sabtu (26/6/2019) nanti sudah menjalani masa tahanan selama lima bulan. “Sabtu nanti pas lima bulan, kemungkinan hari Minggu keluar (dari Rutan Medaeng),” ujar Abdul Malik, Rabu (26/6/2019).

Terkait sikap Kejaksaan yang belum mengambil sikap apakah melakukan upaya hukum atau tidak dan akan menjadikan ganjalan bagi Vanessa untuk keluar dari Rutan, menurut Malik pihaknya akan tetap mengupayakan keluarnya Vanessa tersebut. “Saya rasa Jaksa menerima ya, karena putusannya juga lebih dari dua pertiga dari tuntutan,” tambahnya.

Vanessa dianggap terbukti melanggar pasal 27 ayat 1 UU ITE Nomor 19 Tahun 2016, Rabu (26/6/2019).

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur RA Dhini Ardhani menuntut pidana penjara selama enam bulan pada sidang sebelumnya.

Dalam sidang yang digelar terbuka untuk umum ini Vanessa dianggap sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

Vanessa dijerat UU ITE karena kerap mengirimkan foto dan video tak senonoh melalui pesan elektronik di ponselnya kepada muncikari. Kemudian video ini pun tersebar. Para muncikari menggunakan foto dan video tak senonoh ini untuk menawarkan Vanessa kepada pelanggan prostitusi online.

“Menjatuhkan pidana penjara selama lima bulan,” ujar hakim. [uci/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar