Hukum & Kriminal

Sediakan Layanan Esek-esek, Panti Pijat di Kediri Digerebek Polisi

Kediri (beritajatim.com) – Karena menyediakan layanan plus-plus, sebuah panti pijat di Kota Kediri digerebek Satreskrim Polresta Kediri. Dari penggerebekan tersebut, petugas mengamankan seorang perempuan sebagai pemilik tempat usaha dan bukti transaksi esek-esek.

Panti pijat plus-plus ini yang digerebek tersebut berada di Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota Kediri. Sementara pemilik usaha yang diringkus berinisial EPW (23).

Menurut Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana, penggerebekan panti pijat plus-plus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Petugas mendapati seorang perempuan terapis tengah memberikan layanan esek-esek kepada pelanggannya.

Dalam pemeriksaan diketahui, apabila pemilik usaha menyediakan tiga paket layanan plus-plus mulai harga Rp 150 ribu hingga 250 ribu. Dari bisnis terlarang itu, tersangka memperoleh keuntungan mulai dari Rp 130 ribu hingga 180 ribu.

Akibat perbuatannya, tersangka EPW dijerat pasal 296 KUHP tentang upaya mempermudah tindakan cabul orang lain, dengan hukuman paling lama satu tahun empat bulan.

“Karena pertimbangan tersangka dalam kondisi hamil, tidak dilakukan penahanan,” ujar Kapolresta Kediri, AKBP Miko Indrayana, Jumat (17/1/2020).

Pihak kepolisian mengimbau kasus tersebut menjadi pelajaran bagi orang lain untuk tidak melakukan perbuatan serupa. [nm/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar