Hukum & Kriminal

Sebelum Sertijab, Kapolres Gresik Ungkap Kasus Curat dan Curanmor

Sebelum Sertijab, Kapolres Gresik Ungkap Kasus Curat dan Curanmor

Gresik (beritajatim.com)– Sebelum mengakhiri jabatannya serta serah terima jabatan (sertijab), Kapolres Gresik, AKBP Wahyu S.Bintoro menggelar pengungkapan kasus pencurian dan pemberatan (curat), serta pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Alumnus Akpol 1998 itu menuturkan, terkait dengan kasus ini. Ada 11 tersangka yang berhasil diamankan dari 10 kasus yang diungkap. Tiga kasus curat, dan 8 kasus curanmor.

Dari semua itu, ada tersangka yang merupakan hasil pengungkapan baru, ada pula yang hasil pengembangan (DPO). Namun, dari sebelas tersangka itu tak semuanya diperlihatkan. “Ada salah satu pelaku curat yang usianya masih dibawah umur. Jadi kami tidak perlihatkan,” ujar AKBP Wahyu S Bintoro, Sabtu (21/09/2019).

Wahyu menambahkan, hasil pengungkapan itu didominasi pemain baru. Selebihnya merupakan wajah lama yang sudah beberapa kali berurusan dengan polisi dengan kasus yang sama. Salah satunya, tersangka AG. Warga Tandes, Surabaya ini sudah dua kali masuk penjara. “Tersangka AG kembali beraksi setelah bebas dari penjara,” tambahnya.

Perwira dengan dua melati di pundak itu mengatakan, tak ada modus baru dari tersangka yang ditangkap. Untuk curanmor, modusnya beraksi dua orang atau lebih. Mereka mencari sasaran di sejumlah pemukiman di Gresik. “Sebagian besar pelaku mengincar motor korban yang diparkir di teras rumah,” paparnya.

Sedangkan modus yang digunakan lanjut Wahyu, setelah dipastikan aman. Pelaku merusak kontak motor dengan menggunakan kunci T. Dalam hitungan detik pelaku berhasil merusak lalu membawa kabur motor korban. “Sewaktu menjalankan aksi, pelaku sangat lihai dan tidak perlu waktu lama,” ujarnya.

Terkait kasus curat kata Wahyu, sebagian besar pelaku mengambil ponsel korban saat tidur. “Modus itu kami ketahui berdasarkan penyelidikan dan rekaman CCTV,” ungkapnya.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya, seperangkat kunci T, pakaian yang digunakan pelaku saat beraksi, STNK motor hasil curian dan beberapa unit ponsel, sejumlah uang, dan plat nomor palsu. “Hasil ungkap ini bertujuan untuk menciptakan situasi aman dan nyaman di kota Gresik,” ungkap Wahyu S.Bintoro. [dny/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar