Hukum & Kriminal

Satpam di Mojokerto Ini Curi Spon di Tempatnya Bekerja Sejak 2016

Mojokerto (beritajatim.com) – Dua pelaku kasus pencurian dengan pemberatan berhasil diringkus anggota Polsek Puri. Aksi pelaku yang tak lain satpam gudang ini terungkap setelah CV Tanjung Jaya di Jalan Soogo, Desa Balongmojo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto tempatnya bekerja memasang CCTV.

Aksi kedua pelaku terekam CCTV pada Senin (1/7/2019) sekira pukul 01.00 WIB di gudang usaha penjualan spon EVA. Namun aksi para pelaku baru terungkap setelah pengawas gudang melihat rekaman CCTV pada, Kamis (4/7/2019) sekira pukul 05.00 WIB. Anggota Polsek Puri kemudian meringkus keduanya.

Kedua pelaku yakni Achmad Nasrulloh (31) warga Desa Catakgayam, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Pelaku yang merupakan satpam CV Tanjung Jaya ini melakukan aksinya bersama Roben Hud (37) warga Desa Gebangsari, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Paur Subbag Humas Polres Mojokerto, Ipda Siti Tri Hidayati mengatakan, modus yang dilakukan para pelaku mengambil spon EVA yang disimpan di dalam gudang dengan menggunakan anak kunci palsu. “Kunci gudang sudah diduplikatkan pelaku,” ungkapnya, Sabtu (6/7/2019).

Pelaku membuat duplikat kunci gudang ketika para karyawan sudah meninggalkan tempat usaha tersebut. Dari keterangan pemilik, sejak 2016 barang berupa spon EVA di CV Tanjung Jaya sering hilang. Begitu juga pada 2017, sehingga pemilik membeli gembok dan memasang CCTV.

“Dari rekaman CCTV diketahui pelaku masuk pada pukul 01.00 WIB dan mengambil spon EVA dengan cara membuka gudang menggunakan anak kunci duplikat. Dengan menggunakan kendaraan mobil pikap warna putih, pelaku mengangkut spon  untuk dijual,” katanya.

Paur Subbag Humas menambahkan, selain menangkap kedua pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni satu unit kendaraan mobil Panther pikap nopol S 9557 R warna putih bermuatan spoon EVA hasil kejahatan dan anak kunci palsu.

“Kedua pelaku dan barang bukti diamankan di Polsek Puri. Dari pengakuan tersangka, aksi tersebut sudah dilakukan lebih dari 10 kali. Akibat kejadian ini, pemilik mengalami kerugian sekitar Rp20 juta. Keduanya dijerat pasal 363 ayat (1) ke 3e KUHP tentang Pencuri dan Pemberatan,” jelasnya. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar