Hukum & Kriminal

Satnarkoba Polrestabes Surabaya Ditarget Ungkap Kasus

foto/ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com) – Satuan Narkoba Polrestabes Surabaya mendapatkan perintah target ungkap kasus setiap bulannya. Tercatat setidaknya 30 kasus lebih harus bisa dicapai oleh petugas pembasmi jaringan pengedar dan pemakai narkotika ini.

Target ini menurut Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian sangat tepat. Terlebih peredaran narkoba di ‘Kota Pahlawan’ ini cukup besar.

“Target itu wajib dan harus tercapai. Tujuannya biar jajaran Satnarkoba bekerja keras. Jangan sampai narkoba di Kota Surabaya merajalela dan anak generasi penerus bangsa rusak karena narkoba,” jelasnya kepada beritajatim.com, Kamis (6/2/2020).

Tak hanya itu, AKBP Memo juga meminta jajarannya untuk ekstra hati-hati. Sebab, pelaku narkoba sangatlah nekad karena sudah nyaman mencari uang dengan mudah dan menikmati hasil yang besar. Bahkan, ditengarai para pengedar narkoba bisa saja membeli senjata gelap untuk melindungi diri. Meski pun hingga saat ini belum ada pengedar narkoba melawan menggunakan senjata api.

“Kami tak bisa beri ampun buat pemakai atau pengedar narkoba di Kota Surabaya ini. Bahkan seorang dosen pun kita amankan dengan harapan generasi penerus tak rusak karena narkoba,” tegasnya.

Sementara itu menurut catatan kepolisian, selama Januari 2020 tercatat ada 30 lebih kasus narkoba yang ditangani. Selain itu, ada 20 ribu lebih pil koplo LL, ganja dan sabu-sabu lebih dari satu kilogram diamankan. Untuk pelaku sendiri ada 40 lebih pelaku diamankan dan 10 persen diantaranya adalah perampuan berumur produktif.

“Melihat kasus yang kita lakukan pengamanan selama Januari ini menunjukkan bahwa Kota Surabaya besar peredaran narkobanya. Bahkan anak-anak sekolah sudah mulai memakai obat keras jenis LL untuk mabuk. Ini tak bisa didiamkan, jadi masyarakat harus bisa bersinergi dengan melaporkan jika melihat, mendengar dan atau mengetahui adanya peredaran narkoba,” tandas AKBP Memo.(man/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar