Hukum & Kriminal

Sampang Darurat Narkoba, Mulai Serang Anak-Anak

Sampang (beritajatim.com) – Maraknya peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Sampang membuat Kota Bahari berstatus sebagai kota darurat narkoba. Bahkan penyalahgunaan narkoba tersebut tidak hanya terjadi di kalangan orang dewasa melainkan merembet pada anak-anak.

“Peredaran narkoba tidak lagi mengenal batasan usia maupun status pekerjaannya,” ucap KBO Satreskoba Ipda Edi Eko Purnomo mewakili Kapolres Sampang, AKBP Budi Wardiman, Rabu (17/7/2019).

Ipda Eko menyampaikan, selama lima tahun terakhir, penyalahgunaan narkoba yang melibatkan anak yaitu sebanyak 15 kasus dengan tersangka 15 anak. Penyalahgunaan barang haram terhadap anak tersebut meliputi sebagai pengguna dan pengedar.

“Dalam kasus narkoba yang melibatkan anak yaitu berada di kisaran usia 15-17 tahun. Sedangkan 15 anak yang terlibat itu rinciannya pengguna 5 anak, pengedar 4 anak dan yang kedapatan memiliki narkoba 6 anak. Nah yang kedapatan saat ditangkap ini bisa dikonsumsi sendiri bisa juga diedarkan,” jelasnya.

Eko menjelaskan, untuk proses hukum terhadap anak yang terlibat dalam kasus tindak pidana narkotika ditangani dengan cara yang berbeda yakni mengacu pada peradilan anak.

“Semuanya sudah dilimpahkan dan sudah mendapatkan kekuatan hukum tetap di Pengadilan Negeri Sampang. Sedangkan tempat tahanan atau binaannya yaitu ditempatkan di tahanan anak di Blitar dan sudah masuk ranah Kemenkumham,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, selama lima tahun terakhir, 15 anak yang tersandung kasus pidana narkotika yaitu 2014 sebanyak 2 anak, 2015 ada 2 anak, 2016 sebanyak 5 anak. Kemudian 2017 ada 4 anak, 2018 ada 2 anak dan terakhir di 2019 hingga Juli yaitu 1 anak. [sar/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar