Hukum & Kriminal

Sadis! Perampok Sekap dan Gorok Leher Nenek di Ruang Ibadah

Kediri (beritajatim.com) – Jumiah (60) warga Jalan Brawijaya, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri menjadi korban perampokan sadis. Korban disekap di dalam kamar dan dilukai menggunakan sebuah pisau dapur. Beruntung, pelakunya segera dapat ditangkap.

Data dari Polres Kediri menyebutkan, tersangka bernama Juan Poltak Surbakti (19) warga Jl. Filisium IV Lk XVIII No. 225 RT/RW: 001/018 Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan. Tersangka diamankan warga dan diserahkan ke kantor polisi.

Iptu Purnomo, Kasubbag Humas Polres Kediri mengatakan, peristiwa perampokan terjadi, pada Minggu (18/8/2019) sekira pukul 15.30 WIB. Saat itu, korban sedang mandi. Tersangka masuk ke dalam rumah korban melalui pintu belakang yang tidak dikunci.

Tersangka sempat makan mie goreng yang berada diatas meja makan tanpa sepengetahuan korban. Tersangka kemudian sembunyi di kamar kosong. Setelah mengetahui korban selesai mandi, pelaku lalu kembali makan lagi.

Pada saat korban keluar dari kamar tidurnya , tersangka lalu sembunyi didalam tempat sholat. Pada saat korban mau sholat, korban kaget dan berteriak. Tetapi tersangka langsung membekap mulut korban dan memukul korban hingga jatuh.

Lalu, tersangka membenturkan kepala korban ke lantai hingga korban tidak sadar. Tersangka lalu mengambil perhiasan yang terpasang dari tangan korban dan menaruhnya diatas kursi depan televisi.

Tersangka lalu mengambil tas dompet isi uang dan hand phone di kamar tidur korban. Lalu menaruhnya jadi satu dengan perhiasan. Tersangka lalu mengunci kamar tempat sholat dan kamar tidur korban. Tersangka tidak keluar rumah ketika ada orang yang datang memanggil manggil korban.

Tersangka lalu masuk lagi kedalam kamar tempat sholat melalui jendela dengan membawa pisau dapur setelah mendengar korban masih bersuara mengerang kesakitan. Tersangka lalu membekap mulut korban mengunakan sajadah dan menusuk leher korban mengunakan pisau dapur.

Kemudian ada tiga orang datang kembali mencari korban dan menanyakan kepada tersangka. Tetapi, tersangka mengaku tidak mengetahui keberadaan korban dan mengatakan kalau korban sedang pergi.

“Setelah beberapa orang yang mencari korban pergi. Tersangka kembali masuk ke dalam kamar tempat sholat dengan membawa pisau setelah mendengar korban masih bersuara mengerang kesakitan. Tersangka lalu menusuk dan mengorok leher korban mengunakan pisau dapur,” beber Iptu Purnomo.

Warga lalu berdatangan dan tersangka lalu keluar melalui jendela menemui warga berpura pura tidak mengetahui keberadaan korban. Tersangka lalu mengambil uang dan hand phone dalam tas dompet sedangkan perhiasan tidak diambil tersangka karena warga sudah melihat keberadaan perhiasan tersebut.

Warga lalu membuka paksa pintu kamar tempat sholat dan menemukan korban masih hidup dalam keadaan bersimbah darah. Akhirnya warga mengamankan tersangka dan diserahkan ke pihak kepolisian. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. [nng/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar