Hukum & Kriminal

Puluhan Orang Tertipu Iming-iming Masuk CPNS

Polres Kota Batu menangkap dua pelaku iming-iming masuk CPNS.

Malang (beritajatim.com) – Polres Kota Batu menangkap Damako (35) warga Kota Batu dan Kharis (36), warga Kota Malang karena melakukan penipuan bermodus janji masuk menjadi calon pagawai negeri sipil (CPNS). Mereka ditangkap Satreskrim Polres Batu pada pertengahan bulan Agustus lalu.

Wakapolres Batu Kompol Zein Mawardi mengatakan, pelaku melakukan penipuan ini sejak tahun 2014. Total korban yang tertipu dari iming-iming ini sebanyak 20 orang. Korban tidak hanya dari Malang Raya dan Jatim melainkan hingga Semarang hingga Bali.

Modus penipuan ini bermula dari Damako yang mengaku memiliki kenalan pejabat Eselon II di Kementerian Dalam Negeri RI. Dia mencoba meyakinkan temannya bernama Muhabid warga Kota Batu. Setelah meyakinkan Muhabid, pelaku meminta Muhabid menginformasikan hal itu.

“Muhadib dimanfaatkan untuk menjaring korban. Pelaku mengaku bisa meloloskan CPNS karena memiliki kenalan orang pusat. Damako ini ngakunya ahli IT, kenal dengan Muhadib karena sama-sama penghobi burung kenari. Mereka kenal pada tahun 2014,” papar Zein.

Setelah itu, 20 orang yang tergoda dengan iming-iming masuk CPNS datang. Mereka diminta membayar Rp10 hingga Rp30 juta sebagai syarat administrasi. Namun, sejak tahun 2014 tidak satupun dari korban ini yang masuk menjadi CPNS.

Merasa tertipu, korban mendatangi Muhadib meminta pertanggungjawaban. Muhadib pun mengaku bingung dan turut serta menjadi korban penipuan. Sebab, dia hanya menginformasikan saja bahwa Damako memiliki jaringan pejabat untuk masuk CPNS.

“Muhadib akhirnya melaporkan ini ke Polres Batu, setelah kami dalami pelaku kami tangkap. Muhadib ini juga menjadi korban, bahkan karena ulah pelaku Muhadib harus menjual barang pribadi untuk membayar korban sebagai pertanggungjawaban,” ujar Zein.

Sejak 2014, Damako telah berhasil mendapat keuntungan sebesar Rp600 juta. Damako sendiri mengaku mengenal pelaku lain, yakni Kharis sejak tahun 2018. Saat menipu korban, Damako juga lihai dalam menirukan suara pejabat saat berkomunikasi dengan korban via telepon.

“Dengan suara palsu itu ia mengaku pejabat. Kami menyita barang bukti dua kendaraan, tabungan, laptop dan dokumen keuangan. Ngakunya motifnya adalah ekonomi. Kami juga meminta masyarakat jangan mudah percaya dengan iming-iming CPNS. Karena tes CPNS saat ini dilakukan dengan transparan, dan profesional,” tandasnya. [luc/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar