Hukum & Kriminal

PT Andalan Finance Indonesia Klarifikasi Berita Pemeriksaan Setempat

Surabaya (beritajatim.com) – PT Andalan Finance Indonesia memberikan hak jawab terkait pemberitaan tanggal 23 Oktober 2019 yang berjudul ‘Digugat PT Andalan Finance Indonesia Tawarkan Perdamaian’.

Heri Sujianto Departemen Legal Litigasi PT Andalan Finance Indonesia dalam keterangan yang dikirim ke redaksi menyatakan bahwa sehubungan dengan pemberitaan tertanggal 23 Oktober 2019 maka bersama ini kami ingin melakukan koreksi dan klarifikasi pemberitaan.

“Koreksi ini penting mengingat dari judul tersebut tidak benar dan hal tersebut menyangkut image dan Pandangan Publik yang membaca berita tersebut sehingga kekeliruan tersebut dapat menimbulkan persepsi negatif dan mencemarkan nama baik PT Andalan Finance Indonesia sebagai salah satu Perusahaan Pembiayaan yang terkemuka,” kata Heri dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (29/10/2019).

Ditambahkannya koreksi dan klarifikasi bahwa upaya perdamaian itu adalah inisiatif dan saran dari majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara dalam pemeriksaan setempat yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 23 Oktober tersebut Majelis Hakim yang diketuai oleh Hassbullah menyampaikan saran kepada Penggugat (Achmad Basid) dan Tergugat PT Andalan Finance Indonesia di ruangan BM (Branch Manager ) agar menyelesaikan Perkara ini dengan jalan perdamaian.

Penyelesaian Perkara Perdata dengan Jalan Perdamaian adalah sesuatu yang lazim dan telah menjadi Azaz Penyelesaian Perkara dalam Lingkup Keperdataan, oleh Karenanya sebelum sidang dilanjutkan pada hari Rabu tanggal 30 Oktober 2019 sudah ada pemberitahuan dan sukur hasil dari Perdamaian meskipun Perdamaian tetap dapat dilakukan sebelum adanya Putusan di Jatuhkan oleh Majelis Hakim demikan saran dari Majelis Hakim.

Bahwa dalam pemberitaan terkait Kalimat ‘digugat PT Andalan Finance Indonesia Tawarkan Perdamaian’ tersebut adalah tidak tepat karena sebagai salah satu pihak yang berperkara (Tergugat) tentu saja harus merespon positif saran dari Majelis Hakim Tersebut dan Perdamaian tetap terbuka dan berproses sampai dengan Majelis Hakim menjatuhkan Putusan.

Bahwa dalam pemberitaan terkait kalimat ‘digugat PT Andalan Finance Indonesia tawarkan Perdamaian’ seolah olah PT Andalan Finance Indonesia adalah pihak yang bersalah padahal Perkara ini juga berawal dari adanya kelalaian Penggugat dalam membayar Angsuran Kendaraan Mobil L 300 Pick Up Nopol L 9452 karena Penggugat wanprestasi maka PT Andalan Finance Indonesia selaku Kreditur dan Penerima Jaminan Fidusia melaksanakan Eksekusi Jaminan Fidusia dengan menggunakan jasa pihak ketiga namun oleh pihak ketiga tersebut belum diserahkan ke pihak PT Andalan Finance Indonesia sehingga sebagai pihak yang dirugikan dan menjadi Korban dari pihak Ketiga tersebut PT Andalan Finance berencana melakukan Laporan Polisi.

“Demikian koreksi dan klarifikasi dan Hak Jawab ini kami sampaikan Terima kasih. Atas kerjasama dan perhatianya,” kata Heri.(ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar