Hukum & Kriminal

Proses Mediasi, KPK Akan Minta Sjamsul Nursalim Dihadirkan

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah

Jakarta (beritajatim.com) – Majelis Hakim dalam perkara perdata No. 144/Pdt.G/2019/PN Tng telah membacakan Putusan Sela dalam Gugatan yang diajukan oleh Sjamsul Nursalim di PN Tangerang. Putusan Sela tersebut mengabulkan permohonan KPK untuk menjadi pihak ketiga yang berkepentingan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pada pokoknya Hakim mempertimbangkan bahwa KPK masih melakukan Penyidikan dengan tersangka SJN dan ITN dan sebelumnya KPK telah meminta BPK-RI utk menunjuk auditor melakukan perhitungan kerugian keuangan negara serta ahli dalam persidangan. Sedangkan Laporan hasil pemeriksaan atau audit yang disusun oleh I Nyoman Wara telah disampaikan ke KPK dan menjadi alat bukti dalam perkara pokok tersebut.

“Majelis juga menilai cukup alasan bagi KPK untuk masuk sebagai pihak ketiga dan KPK juga mempunyai kepentingan hukum atas obyek hasil audit BPK-RI yg dipermasalahkan dalam Gugatan ini,” ujar Febri, Rabu (14/8/2019).

Dia menambahkan, sesuai dengan Informasi yang disampaikan oleh Hakim, persidangan ini akan dilanjutkan besok pagi Kamis, 15 Agustus 2019 dengan agenda mediasi. Dalam proses mediasi ini, menurut aturan, maka semua pihak yang terkait, mulai dari Penggugat, Tergugat (BPK-RI dan I Nyoman Wara) serta KPK akan hadir.

Febri juga menjelaskan, sebagaimana diatur di Peraturan Mahkamah Agung No. 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi Di Pengadilan, maka KPK akan meminta pihak Penggugat, dalam hal ini Sjamsul Nursalim untuk hadir secara langsung dalam proses mediasi ini.

“Meskipun terdapat aturan lain yang kondisional kami pandang semestinya jika para pihak menghargai proses peradilan yang sedang berjalan, maka semua proses tersebut dalam dijalani, termasuk mediasi dengan kehadiran Penggugat,” kata Febri. [hen/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar