Hukum & Kriminal

Produsen Saos dan Abon Palsu Kediri Tak Ditahan, Ini Alasannya

Kediri (beritajatim.com) – Mariono (48) telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembuatan saos dan abon palsu. Tetapi warga Jalan Raung, Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri ini tidak ditahan.

Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi dalam pres rilis mengatakan, tersangka tidak dilakukan penahanan karena sedang sakit diabet. Dia harus menjalani perawatan di rumah sakit karena penyakit yang diidapnya.

Polisi menjeratnya dengan pasal 135 jo pasal 71 ayat 2 UU RI No 12 Tahun 2012 atau pasal 91 ayat 1 UU RI No 18 tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman hukuman paling lama 2 tahun penjara dan denda Rp 4 miliar rupiah.

“Ada Dua kegiatan yang dilakukan tersangka yaitu, memproduksi sendiri penyedap rasa cair merk raja rasa dan saos tiram dan diberi label sendiri. Kegiatan kedua mengepak ulang dengan membeli produksi jadi, contohnya, abon karungan dari bawang boreng dipak ulang dan diberi merk cap pesawat terbang. Produk abon ini tidak ada kandungannya daging sapi dan dibuat dengan tidak higienis,” jelas Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi, Selasa (29/1/2019).

Ada Ratusan botol saos merk Raja Rasa, serta abon sapi palsu yang disita petugas sebagai barang bukti. Barang palsu tersebut dari produsen rumahan milik tersangka di Jalan Raung. Sementara kasus ini terungkap setelah adanya keluhan dari masyarakat, pada rasa saos yang tidak sedap serta isi dari abon daging sapi yang tidak sesuai. yakni, kandungan saos yang kotor dan dikemas dalam botol bekas minuman bir. Sedangkan bahan abon daging sapi palsu diproduksi dari bawang goreng dan mie bekas yang sudah berjamur lalu dikemas ulang.

Praktik ilegal ini dilakukan tersangka sejak tahun 2017 lalu dengan melibatkan 5 orang pekerja dan 5 sales. Pemasarannya dilakukan di luar Kota Kediri untuk menghindari polisi. Sementara omsetnya mencapai Rp 50 juta tiap bulan. Polres kediri kota tengah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menarik peredaran produk palsu yang membahayakan kesehatan tersebut. [nng/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar