Hukum & Kriminal

Polsek Sukodono Sidoarjo Ringkus Jambret

Sidoarjo (beritajatim.com) – Dua pelaku jambret handphone bernama Yoga Asri (20) warga Jalan Langsep 2, Desa Geluran Kecamatan Taman, dan AD (16) warga Banyu Urip Kidul Surabaya diringkus Tim Penggal Jalan Unit Reskrim Polsek Sukodono.

Kedua pelaku sempat berhasil kabur usai melakukan aksi penjambretan handphone di dua TKP yang berbeda di wilayah Sukodono. Berkat kesigapan petugas, pelarian keduanya berhasil dihadang petugas dan ditangkap anggota Polsek Sukodono.

Kanitreskrim Polsek Sukodono Ipda Sugiono mengatakan, awalnya piket Reskrim Polsek Sukodono mendapatkan laporan seorang siswi jadi penjambretan di Desa Anggaswangi Kec. Sukodono. Korbannya pelajar SMP

“Korban saat itu main HP di pinggir jalan. Oleh kedua pelaju, HP korban langsung di rampas salah satu pelaku yang berboncengan dan kabur melarikan diri,” katanya Selasa (9/7/2019).

Usai merampas handphone di Anggaswangi dengan mengendarai motor Vario nopol W 3473 UU. kedua pelaku melarikan diri kearah Utara. Saat piket Reskrim mendapatkan laporan dari warga, Tim Penggal Jalan langsung menyebar.

Pelaku melarikan diri kearah Utara atau Desa Suruh dan berniat beroperasi ke arah barat. Saat kedua pelaku kearah barat anggota sudah menghadang di depan Mapolsek Sukodono. Namun pelaku tak melewati jalan depan Mapolsek Sukodono.

Kedua pelaku kemudian beroperasi lagi dan melewati gang sebelah timur Mapolsek Sukodono. Saat melewati gang di Dusun Karangnongko, Desa Pekarungan Kec. Sukodono, kedua pelaku merampas handphone lagi.

“Korban yang bernama Imam Hanafi saat itu sedang main handphone di depan Musholla Nurul Iman, dan langsung di rampas pelaku,” ungkap Sugiono.

Karena kaget handphonenya di rampas orang, Imam Hanafi langsung berteriak minta tolong. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung mengejar kedua pelaku.

“Saat melarikan diri itu, pelaku sudah dihadang di depan SPBU Sukodono, dan anggota langsung menangkap keduanya,” terangnya.

Kedua pelaku mulanya mengelak dan tidak mengakui perbuatannya. Karena saat di tangkap pelaku tidak membawa barang bukti hasil kejahatannya. Pelaku ini cerdik, sebelum tertangkap pelaku terlebih dahulu membuang handphone korban.

“Melihat pelaku tak membawa BB, anggota kami langsung mencari BB itu di sekitar TKP. Dan anggota pun menemukan HP yang telah di buang pelaku,” tegasnya.

Di depan penyidik Unit Reskrim Polsek Sukodono, pelaku Yoga mengakui kalau dirinya juga pernah melakukan aksi yang sama di Desa Geluran, Taman. “Pelaku kami jerat pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara,” pungkasnya. (isa/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar