Hukum & Kriminal

Polrestabes Surabaya Gerebek Gudang Simpan Makanan Ilegal

Petugas melakukan penyegelan dan pemeriksaan lima produk makanan ringan di pabrik dan gudang Jalan Zamhuri, Rungkut, Surabaya, Selasa (10/9/2019).(manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com)- Sebuah gudang yang menjadi tempat produksi makanan ringan dan pengolahan limbah disegel Polrestabes Surabaya, Selasa (10/9/2019). Para petugas yang datang menyegel ini nampak memasang Garis Polisi di mesin produksi makanan ringan.

AKP Teguh Setiawan, Kanit Tipidek unit 5 Satreskrim Polrestabes Surabaya menjelaskan, penyegelan dikarenakan dari sembilan produk makanan ringan yang dikonsumsi anak-anak. Ternyata lima diantaranya belum memiliki ijin dari Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM).

“Karena sudah dipasarkan jadi kita bisa segel dengan dugaan makanan tak berijin dan berstandar kesehatan, namun sudah diedarkan di pasaran,” jelasnya kepada wartawan di gudang sekaligus pabrik produksi di Jalan Zamhuri No 29 – 31, Rungkut, Surabaya, Selasa (10/9/2019).

AKP Teguh juga menjelaskan, dari lima makanan anak-anak yang diproduksi dan diedarkan tersebut tiga diantaranya masih proses pendaftaran ijin Pangan Olahan di BPOM.

Sedangkan dua diantaranya merupakan makanan ringan yang total tak berijin dan sudah di edarkan.

“Tiga produk yang masih proses ijinya yakni merk Gopek, Idola, dan Belang. Sedangkan dua produk tak berijin yakni merk Goceng dan Rajakong,” tandasnya.

Guna penyelidikan lebih lanjut, petugas kepolisian selain menyegel pabrik dan gudag. Petugas juga melakukan penyitaan barang makanan ringan lima peoduk tersebut untuk dilakukan pemeriksaan.

Tiga produk yang masih proses ijinya yakni merk Gopek, Idola, dan Belang namun beredar di pasaran digerebek Polrestabes Serabaya, Selasa (10/9/2019)

Pemeriksaan tersebut beetujuan untuk mencari tahu kandungan makanan ringan apakah mengandung zat berbahaya ata tidak.

“Kita juga bejerjasama dengan Dinas Perdagangan Kota Surabaya atau juga Dinas Perdagangan Provinsi untuk menindaklanjuti kasus ini juga,” pungkasnya.

Karena memperdagangkan produk makanan tak sesuai standart dan berijin, pabrik milik PT Usaha Sehat Jaya milik seorang berinisial AH ini terancam ditutup. SedangkanĀ  pemilik akan diancam dengan UU no 18 tahun 2012 pasal 142, JO 102 JO 103 JO 109. (Man/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar