Hukum & Kriminal

Video Viral

Polresta Kediri Kantongi Identitas Pria Acungkan Pistol di Kemacetan

Kediri (beritajatim.com) – Warganet dihebohkan dengan beredarnya video adanya seorang warga yang membawa senjata berjenis pistol di jalan raya. Kuat dugaan kejadian tersebut berada di kawasan Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Dalam video yang diunggah pada jejaring social facebook dengan caption ‘romansa sopir truck’ tersebut tampak seorang warga yang membawa senjata jenis pistol dan diduga melakukan pengancaman terhadap sopir truk.

Dengan beredarnya video tersebut, Polresta Kediri langsung melakukan serangkaian penyelidikan dan hasilnya dipastikan bahwa senjata tersebut bukan senjata api melainkan air soft gun.

Kasat Reskrim Polresta Kediri, AKP Hanif Fatih Wicaksono mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara, petugas telah mengantongi identitas pelaku tersebut. Kini pihaknya sedang mendalami kejadian tersebut dengan meminta keterangan terhadap pembuat video dan pelaku.

“Kami sedang mencari identitas sopir truk tersebut dan melakukan pemeriksaan terhadap pembuat video untuk dimintai keterangan terkait kejadiannya,” kata AKP Hanif.

Untuk senjata yang digunakan oleh pelaku, imbuh Hanif, dipastikan bukan senjata api, melainkan air soft gun yang biasa digunakan untuk olah raga menembak.

Mantan Kasat Reskrim Polres Kediri menambahkan, diduga pelaku adalah EB warga Tulungagung yang berprofesi swasta.

Mungkin ada yang kenal dengan doi?.Ngeri gaess!Terlihat pengemudi Pajero berwarna putih dengan plat no N 500 DU keluar dari kendaraannya lalu berteriak seperti mengancam kepada sopir truck yang ada didepannya sambil membawa senjata api..Lokasi di Mojo Kediri.Kronologi tepatnya belum diketahui..@romansasopirtruck.id#RomansaSopirTruck #RST#seputarlalulintas

Dikirim oleh Seputar lalu lintas pada Senin, 11 November 2019

Sementara, kejadian pengancaman tersebut diduga akibat pelaku emosi adanya kemacetan oleh adanya perbaikan jalan dan banyak kendaraan berlawanan arah yang saling tidak sabar.

Polisi menghimbau, kiranya dalam berlalu lintas bisa saling menjaga toleransi, antar pengguna jalan dan tidak perlu bersikap emosi ketika menghadapi masalah di jalanan. [nng/ted].

Apa Reaksi Anda?

Komentar