Hukum & Kriminal

Polres Probolinggo Ringkus Pembunuh di Malam Takbiran

Kapolres Probolinggo Kota, AKBP. Alfian Nurrizal, didampingi Kasat Reskrim menunjukkan foto korban. Eko beritajatim.com

Probolinggo (beritajatim.com) – Misteri dari motif penganiayaan di JL Raya Lumbang, Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, hingga merenggut nyawa M. Fahrurozi Aminullah, (24), warga Dusun Krajan Rt 15/ Rw 06,  Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, pada malam takbiran Selasa (4/6/2019) lalu, terkuak.

Dua orang, masing-masing, Syahriful Munir, (18), warga Dusun Kapasan, Rt 23 / Rw 09, Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, dan Aik Fauzi Purnama Dani, (20), warga Dusun Tombol Rt13/Rw05, Desa Tongas Kulon, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, juga resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam rilis Polres Probolinggo Kota, Senin (10/6/2019) siang, penganiayaan dipastikan berlatarbelakang salah paham antar dua kelompok remaja.

Menurut Kapolres Probolinggo Kota, AKBP. Alfian Nurrizal, pembacokan diawali dengan tawuran. Saat itu, sekelompok remaja sedang berkonvoi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) sambil menggeber-geber kenalpot motor.

Kebetulan, di lokasi yang sama, sedang berkerumun remaja desa setempat bakar-bakar ikan usai melaksanakan takbir keliling. “Merasa terganggu, beberapa orang dari kerumunan remaja ini menghardik kelompok yang sedang konvoi, agar tidak menggeber motornya,” ujar Alfian.

Tak terima dihardik, kelompok yang sedang berkonvoi itu-pun menghentikan motornya. Mereka mendatangi sumber suara hingga terjadilah pertikaian.

Saat itu, pihak  pengguna motor sebetulnya kalah orang dan sudah berusaha lari. Namun, seorang diantaranya bernama Bahrul, karena tak puas, malah kembali menyerang. “Bisa dipastikan, Bahrul, jadi bulan-bulanan kelompok remaja yang tadi bakar ikan hingga pingsan,” sambung Alfian.

Setelah pingsan, Bahrul-pun ramai-ramai dievakuasi dan diantar pulang teman satu kelompoknya.

Persoalan tidak berhenti disitu. Kali ini ganti Syahriful Munir, terbakar emosi karena Bahrul, sepupunya, pingsan dikeroyok.

Usai mengantar Bahrul pulang, dia kembali ke lokasi pertikaian sambil membawa clurit. “Syahriful, ini balik dulu kerumahnya sendiri untuk ambil clurit.

Nah waktu hendak menuju lokasi pertikaian, bertemulah ia dengan Aik, di jalan. Maka diajaklah Aik, dan diminta memegang kemudi motor menuju TKP,” urai Kapolres Alfian.

Setiba di lokasi yang dituju, Syahriful Munir, langsung membabatkan celuritnya secara acak. Sabetan itupun menghujam dada Fahrurozi Aminullah.

Pria dua anak masih balita itupun tewas, setelah berusaha dilarikan ke rumah sakit. Visum dokter RSUD Tongas, Probolinggo menyebutkan, luka bacok serius mengenai organ vital, yakni ulu hati.

“Kami tangkap kedua pelaku di wilayah Kecamatan Lekok, Pasuruan,” tutup Alfian Nurrizal.

Kedua pelaku dijerat Pasal 338, 354, 351 ayat 3 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara.

Selain baju korban, sebilah clurit dan motor milik pelaku, ikut diamankan sebagai barang bukti. (Eko/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar