Hukum & Kriminal

Polres Pamekasan Pastikan Isu Penculikan Anak adalah Hoaks

Pamekasan (beritajatim.com) – Isu penculikan anak yang beredar dalam sebulan terakhir, khususnya di wilayah hukum Polres Pamekasan, dipastikan hanya sebatas isu alias kabar palsu (hoaks).

Hal tersebut disampaikan Kapolres Pamekasan, AKBP Djoko Lestari melalui Wakapolres Pamekasan Kompol Moh Asrori Khadafi, di sela-sela kegiatan Silaturrahmi, Sambang dan Safari alias S3 di Masjid Masjid Hidayatullah di Desa Tagangser Dheje, Kecamatan Pasean, Jum’at (28/2/2020) siang.

“Mohon bantuan sekaligus ajakan kepada masyarakat agar tidak percaya terhadap isu tentang penculikan anak, apalagi kabar tersebut sangat meresahkan dan mengganggu kondusifitas wilayah di Pamekasan,” kata Wakapolres Pamekasan Kompol Moh Asrori Khadafi.

Dari itu pihaknya mengajak seluruh masyatakat agar tidak percaya akan adanya isu penculikan anak, khususnya di wilayah hukum Polres Pamekasan. “Maka dari itu, mari kita bersama menciptakan situasi yang aman, damai dan tertib demi menjadi kondusifitas wilayah Pamekasan,” ajaknya.

“Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat agar bersama menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Sekaligus membantu kami dalam melaksanakan penegakan hukum, khususnya di wilayah kecamatan Pasean,” sambung pimpinan yang akrab disapa Pak Asrori.

Seperti diketahui, kegiatan S3 yang merupakan rangkaian dari salah satu program inovatif yang digagas Polres Pamekasan, dibawah komando AKBP Djoko Lestari, melalui program Ball Picker Service (BPS), yakni program Bermanfaat untuk Sesama, Komunikatif dan Tanggap alias Bus Kota.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolres Pamekasan Kompol Moh Asrori Khadafi memberikan sebuah al-Qur’an secara simbolis kepada salah satu takmir masjid, KH Ahmad. Sekaligus menyampaikan maksud dan tujuan dari kegiatan yang digelar setiap pekan. [pin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar