Hukum & Kriminal

Polres Malang Gagalkan Penjualan Landak Jawa

Malang (beritajatim.com) – Satuan Reserse Kriminal Polres Malang berhasil mengungkap kasus transaksi jual beli hewan yang dilindungi Negara. Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan belasan hewan jenis landak jawa. Landak termasuk binatang berduri tajam yang dilindungi. Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri nomer 92 dan berlaku sejak tahun 2018.

Sosialisasi terhadap peraturan ini, disinyalir belum menyentuh masyarakat secara luas. Akibatnnya, perburuan liar terhadap spesies Landak Jawa masih sangat tinggi.

Dari hasil pengungkapan ini, Polisi mengamankan seorang pria berinisial R, warga Desa Sumbernanas, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Guna observasi nantinya, 13 landak diserahkan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Malang. Untuk selanjutnya, dilepas-liarkan ke habitat asalnya.

Sementara itu, di hadapan penyidik Satreskrim Polres Malang, pelaku memburu landak jawa yang dilindungi lantaran hewan tersebut kerap merusak tanaman para petani. Pelaku berdalih tak tahu jika landak masuk hewan yang dilindungi negara.

“Pelaku sudah setahun ini menjalankan bisnisnya. Dan menjual hasil tangkapannya ini dengan harga Rp 500 ribu per ekornya dan diminati pembeli untuk dikonsumsi,” terang Kanit III Satreskrim Polres Malang, Ipda Afrizal Haris Akbar, Kamis (17/1/2019).

“Pelaku mengaku tidak mengetahui adanya peraturan bahwa hewan tersebut dilindungi. Biasanya memburu di sekitaran desanya, dikarenakan dianggap menjadi hama perkebunan milik warga,” ujar Afrizal.

Terpisah, Staf BKSDA Malang, Imam Pujiono menambahkan, hingga kini pihaknya terus melakukan sosialisasi terkait peraturan menteri no 92 tahun 2018, yang mengatur landak jawa menjadi spesies yang dilindungi.

“Kami terus lakukan sosialisasi kepada masyarakat di sekitaran hutan Kabupaten Malang. Agar Masyarakat juga mengerti jenis-jenis hewan apa saja yang dilindungi oleh Negara. Karena dampak hukumnya minimal 5 tahun penjara dan denda sebesar Rp 100 juta rupiah,” pungkasnya. [yog/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar