Hukum & Kriminal

Polres Madiun Ungkap Pelaku Tabrak Lari Sebabkan 2 Pemotor Meninggal Terbakar

Pelaku tabrak lari yang menyebabkan dua pemotor tewas berhasil diamankan jajaran Polres Madiun.(foto : Humas Polres Madiun).

Madiun (beritajatim.com) – Polres Madiun berhasil mengungkap kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada Sabtu (12/10/2019) malam lalu di jalan jurusan Surabaya-Madiu KM 138-139, tepatnya di Desa Sugihwaras Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun.

Dalam laka lantas tersebut, satu unit sepeda motor dengan nopol S 5301 RJ terbakar berikut dengan dua orang pengendaranya juga ikut terbakar dan meninggal di TKP.

”Kedua korban diketahui bernama Ricco dan M. Bagus Satria. Mereka berstatus pelajar asal dari Sidoarjo,” kata Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono, saat press rilis Kamis (17/10/2019) siang.

Dengan petunjuk serpihan body dan lampu yang berserakan di TKP, dua pengendara sepeda motor itu diduga ditabrak oleh truk. Berkat kerjasama dengan pihak pengelola tol Madiun, Polres Madiun berhasil menangkap pelaku yang berinisial SN (62), sopir truk dengan nopol N 9749 DK, dimana saat kejadian dia melarikan diri.

”Dari serpihan yang tercecer di TKP, kami lihat cctv tol ternyata ada petunjuk. Lalu kami bisa identifikasi truknya tersebut,” katanya.

Menurut keterangan dari pelaku SN, Ruruh menceritakan kronologis kejadian. Awalnya SN dengan truknya melaju dari arah timur ke barat, sesampainya di TKP dari arah berlawanan ada sepeda motor dengan dua penumpang tiba-tiba putar balik.

Karena jarak yang sudah dekat, akhirnya truk menabrak sepeda tersebut. Dua korban beserta sepeda motornya terseret beberapa meter dan jatuh di bahu jalan.

”Pelaku sempat berhenti untuk melihat. Karena kedua korban terbakar, pelaku langsung langkah seribu meninggalkan TKP,” katanya.

Masih menurut keterangan pelaku, penyebab kebakaran diduga mesin sepeda motor yang panas dan terkena minyak hingga muncul percikan api. Sehingga menghanguskan sepeda motor dan kedua korban.

”Pelaku SN dijerat dengan Pasal 310 ayat (4) UURI No. 22 tahun tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan. Dengan ancaman pidana kurungan paling lama 6 tahun,” pungkasnya.(end/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar