Hukum & Kriminal

Polres Jember Bongkar Aksi Teror Bakar Mobil di Dua Lokasi

Jember (beritajatim.com) – Dua orang residivis dibekuk aparat Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, karena terlibat aksi teror pembakaran mobil dua lokasi berbeda yang terjadi pada 27 April 2019.

Dua orang residivis itu adalah T (35), warga Dusun Glengseran, Desa Suci, Kecamatan Panti dan NH (34), warga Dusun Ampu, Desa Dukuh Mencek, Kecamatan Sukorambi. T pernah masuk penjara karena judi dan senjata tajam. NH pernah masuk penjara karena kepemilikan pil koplo.

“Aksi mereka disebut aksi teror karena menimbulkan dampak ketakutan dan keresahan,” kata Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Kusworo Wibowo, dalam jumpa pers di halaman rumah Asnawi, Selasa (14/5/2019).

Kebakaran terjadi di tiga lokasi, yakni di bengkel milik Puspo Yudho, di Perumahan Kodim Gang VI, Dusun Krajan, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi; Pendidikan Anak Usia Dini Al Ikhlash di Dusun Jubung Lor, Desa. Jubung, dan garasi rumah Asnawi di Dusun Ampu, Desa Dukuh Mencek.

Rencana pembakaran diawali saat NH bertemu dengan T pada 26 April malam di Rest Area Jubung. NH memberikan imbalan Rp 200 ribu untuk membakar mobil milik warga.

Pembakaran terjadi beruntun, yakni pada 27 April pukul sebelas malam di bengkel milik Puspo Yudho dan garasi rumah Asnawi beberapa jam kemudian. Dua mobil Kijang dan satu sedan dilalap api. Setengah jam setelah peristiwa di garasi Puspo, kebakaran terjadi di gedung PAUD Al Ikhlas di Jubung Lor.

NH melakukan aksi bakar di bengkel Puspo dengan menggunakan bensin yang dimasukkan dalam botol air mineral dengan menggunakan selang. Botol itu dilempar ke bawah mobil dan dibakar.

Sementara itu, di rumah Asnawi, T yang beraksi. Dia membakar kaos di salah satu sudut garasi rumah Asnawi dan melemparkannya ke dalam mobil. Dalam waktu dua pekan, polisi berhasil membongkar kasus ini. Kedua tersangka ditangkap pada 12 Mei 2019. Namun dua tersangka itu membantah membakar bangunan sekolah PAUD.

Apa motifnya? “Masih kami selidiki. Tapi sementara ini kemungkinan ada kaitannya dengan pilkades. Tersangka NH mencari perhatian dari perangkat desa,” kata Kusworo. Kedua tersangka dijerat dengan pasal 187 ayat 1 KUHP. Ancaman hukuman 12 tahun penjara. (wir/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar