Hukum & Kriminal

Polisi Tunggu Hasil Observasi Korban Tabrak Lari di Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Satlantas Polres Mojokerto masih menunggu hasil observasi terhadap korban tabrak lari, Mochammad Machin (72). Pasalnya, korban masih menjalani perawatan di RSUD Prof Dr Soekandar, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP Bobby Muhammad Zulfikar mengatakan, tersangka dijerat dengan Pasal 312 Jo Pasal 310 Undang-undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). “Jika korban luka berat maka ancaman 5 tahun,” ungkapnya, Senin (5/8/2019).

Masih kata Kasat, tersangka ditahan jika ancaman hukumnya lima tahun. Namun jika dibawah lima tahun makan tidak ditahan. Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan dan pihaknya masih menunggu hasil observasi dokter untuk menjerat tersangka.

“Kondisi korban masih menunggu observasi dokter, kita tidak bisa langsung menyimpulkan. Masih menunggu observasi dokter karena dokter menginformasikan tiga hari. Hari ini paling lambat apakah digolongkan luka ringan atau luka berat,” katanya.

Jika tersangka ditahan harus melihat dari observasi korban. Jika hasil observasi dokter menyebutkan korban mengalami luka berat maka tersangka diancam lima tahun penjara. Untuk itu, tersangka belum diperkenankan pulang sembari menunggu hasil observasi dokter terhadap korban.

“Kasat mata, korban patah kaki kanan, korban tidak sadar. Awal gagar otak ringan, jika tidak menganggu pekerjaan 30 hari tergolong luka ringan. Luka berat, misal menganggu pekerjaan sehari-hari kurang lebih 30 hari dan tidak bisa melakukan kegiatan sehari-hari selama 30 hari,” jelasnya.

Selain itu, korban juga melakukan perawatan di RS termasuk luka berat. Kesimpulan awal, lanjut Kasat, korban masih mengalami luka ringan tapi menunggu hasil diagnosa dokter apakah harus dirawat dalam waktu tertentu.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar