Hukum & Kriminal

Polisi Ringkus Pengedar Miras Oplosan

Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro saat Menjenguk Iswanto di RSUD Ibnu Sina yang Diduga Peracik Miras Oplosan

Gresik (beritajatim.com) – Aparat Kepolisian (Polres) Gresik langsung bergerak cepat dalam menuntaskan kasus peredaran minuman keras (Miras) oplosan, yang menyebabkan empat warga meninggal. Keempat warga yang meninggal diantaranya AF (40), dan SI (19) asal Mengare, Kecamatan Bungah, Gresik. Selanjutnya, RM (17) dan Z (16) asal Desa Melirang, Kecamatan Bungah, Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro mengatakan, terkait dengan kasus ini pihaknya sudah meringkus dan menetapkan tersangka yakni Iswanto (41) asal Mengare, Kecamatan Bungah, Gresik. Diduga Iswanto yang meracik miras dan rumahnya dijadikan tempat berkumpul korban.

“Tersangka Iswanto sudah kami amankan, dan berdasarkan laporan yang masuk. Tempat tinggalnya setiap tahun dijadikan tempat berkumpul anak-anak muda. Atas perbuatannya itu tersangka kami jerat dengan pasal 240 KHUP dengan ancaman 15 tahun penjara,” ujarnya saat dihubungi beritajatim.com, Minggu (6/12/2019).

Lebih lanjut Wahyu Sri Bintoro mengatakan, kasus ini terungkap setelah sejumlah korban dirujuk ke RSUD Ibnu Sina Gresik. Dari hasil laporan itu, anggotanya bersama Polsek Bungah melakukan penyelidikan. Pasalnya, warga terkesan menutup-nutupi kasus ini. Sehingga, kasus ini terbongkar setelah pihak rumah sakit melaporkan ada kejadian korban miras.

“Kami sangat menyayangkan warga yang terkesan menutupi kasus ini. Padahal, jika warga cepat segera bertindak dan melaporkan kasus ini korban bisa dihindari,” ungkapnya.

Mantan Kapolres Bojonegoro itu menambahkan, dalam penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP). Tempat yang dijadikan kumpul-kumpul sudah dibersihkan. Padahal, TKP tersebut bisa dijadikan alat bukti. Sehingga, dirinya sangat menyayangkan hal itu. “TKP-nya jauh berada di dekat pantai dan ditambah warga setempat terkesan menutup-nutupi dan tidak melaporkan kejadian tersebut,” tambahnya.

Saat ditanya jenis miras yang menyebabkan korban meninggal dunia. Dikatakan Wahyu Sri Bintoro, terkait dengan hal itu masih dalam penyelidikan. Sebab, saat anggotanya turun ke lapangan guna mencari bukti. TKP-nya sudah dibersihkan oleh warga,” paparnya.

Agar kasus ini tidak terulang lagi lanjut Wahyu, dirinya menghimbau kepada semua jajaran instansi mulai dari atas hingga ke bawah untuk turut serta menjaga lingkungan masing-masing. Pasalnya, meski sudah ada Babinkamtimas di setiap desa. Namun, keberadaan Babinkamtibmas tidak ada artinya jika warga mulai dari tingkat desa hingga RT tidak menjaga lingkungannya. [dny/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar