Hukum & Kriminal

Polisi Ringkus Bandar Sabu Terbesar di Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Aparat Kepolisian Resort Gresik (Polres) Gresik panen besar dalam hal tangkapan narkoba. Kali ini, aparat penegak hukum itu meringkus bandar sabu terbesar di pertigaan Boboh, Kecamatan Menganti, Gresik.

Dalam kasus tersebut juga menyeret pasangan suami istri (Pasutri). Kedua tersangka itu ditangkap usai melakukan transaksi. Pasutri yang dimaksud adalah Imam Sukhoiri (41), dan Yuni (37). Keduanya merupakan warga Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Gresik.

Selain menangkap pasutri. Polisi juga meringkus kedua tersangka lainnya yaitu Syaiful (53) warga asal Desa Centong, Kecamatan Gondang, Mojokerto serta Saiful (51) warga asal Desa Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Terbongkarnya kasus bandar sabu terbesar ini berawal pasutri Imam Sukhoiri dan Yuni berangkat dari rumahnya di Benjeng, Gresik. Saat itu, kedua pasutri itu hendak menuju ke rumah Syaiful menggunakan mobil Suzuki Ertiga nopol W 1560 ZA untuk mencuci sabu supaya mengkilap.

Di rumah Syaiful, ketiga tersangka itu juga mencicipi sabu yang hendak diedarkan. Setelah itu, mereka melakukan transaksi dengan cara menelepon jaringan narkoba di lapas Madiun bernama Cak Ri. Cara itu digunakan untuk mendapatkan sabu tersebut adalah sistem ranjau alias uang ada barang ada.

Usai melakukan komunikasi. Mereka langsung berangkat menuju Surabaya untuk membeli sabu. Saat itu, mereka bertemu di Pom Bensin Wiyung Menganti, Gresik. Mereka menemui seseorang bernama Mr. X yang membawa sabu seberat 100 gram.

Setelah mendapat barang, mereka langsung kembali kerumah Imam dan Yuni di wilayah Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng. Saat di pertigaan Boboh mereka tidak sadar sedang dibuntuti oleh petugas lalu disergap. Sewaktu disergap di dalam mobil tersebut, petugas mendapatkan barang bukti 100 gram sabu dan 181,71 gram yang siap edar di Kecamatan Benjeng.

Salah satu pelaku bernama Syaiful kedapatan membawa senjata softgun jenis revolver tanpa izin. Saat dilakukan pengembangan, petugas kembali mendapatkan sabu di kediaman Syaiful yang berada di Daerah Pacet, Mojokerto.

Sabu seberat 160,84 gram tersebut disimpan di dalam bantal milik anaknya bersama dua tersangka lainnya asal Mojokerto SF dan YD turut diamankan. “Imam dan Yuni merupakan bandar besar pemasok sabu di seluruh Kecamatan di Kabupaten Gresik,” ujar Kapolres Gresik, AKBP Wahyu Sri Bintoro, Kamis (11/04/2019).

Ia menambahkan, Imam Sukhoiri merupakan residivis narkoba pada tahun 2014 oleh Polda Jatim dengan hukuman vonis penjara selama 5 tahun. “Usai keluar dari lapas, dia kembali menjadi bandar narkoba lagi. Dia membeli sabu seberat 100 gram dari Mr. X di pom bensin tersebut seharga Rp 80 juta,” tambahnya.

Sementara istrinya lanjut Wahyu, yang bernama Yuni bertugas sebagai pengedar dengan mengemas sabu kedalam plastik kecil yang di masukkan ke dalam potongan sedotan seberat 1 gram dijual dengan harga Rp 1,5 juta. “Barang tersebut dijual kepada seluruh kalangan di seluruh wilayah Kabupaten Gresik, hasil penjualan sabu 1,5 gram dijual dengan harga Rp 80 juta,” ungkapnya.

Saat ditanya narkoba jenis sabu yang diperoleh dari jaringan Lapas Madiun lalu diedarkan di Gresik. Wahyu mengatakan akan melakukan pengembangan lebih lanjut.

“Ya pasti kita akan kembangkan sampai disana Lapas Madiun. Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti sabu seberat 342,55 gram. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kelima pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara. [dny/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar