Hukum & Kriminal

Polisi Gulung Empat Pengedar Sabu

foto/ilustrasi

Jombang (beritajatim.com) – Sat Resnarkoba Polres Jombang membekuk empat pengedar sabu-sabu secara berantai. Mereka ditangkap di lokasi dan tempat berbeda. Dari tangan mereka, korps berseragam coklat juga menyita sejumlah barang bukti.

“Empat pelaku saat ini sedang menjalani pemeriksaan. Mereka masih dalam satu jaringan. Kasus ini kita kembangkan lagi guna mengungkap jaringan di atasnya,” ujar Kasat Resnarkoba Polres Jombang AKP Moch Mukid, Senin (7/10/2019).

Mukid menjelaskan, empat pelaku dibekuk pada Minggu (6/10/2019). Adalah Sulistiono alias Cak Sul (43), orang yang pertama kali ditangkap petugas di rumah. Penangkapan tersebut merupakan pengembangan dari kasus sebelumnya. Dalam arti, Cak Sul sudah lama menjadi target operasi (TO) kepolisian.

Warga Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito itu tidak bisa berkelit. Karena saat penggerebakan petugas menemukan sejumlah barang bukti. Diantaranya, 1 paket sabu siap edar. Kristal haram tersebut disimpan dalam tisu kemudian dililit menggunakan lakban warna hitam. Total sabu yang disita sebanyak 6,25 gram.

Dari situ kemudian mengembang ke pelaku lain. Polisi selanjutnya membekuk Mochamad Hariyanto alias Hari 923), warga Desa Cangkringrandu, Kecamatan Perak, Jombang. Selain mendapatkan barang bukti berupa sabu 1,24 gram, petugas juga menyita satu plastik klip berisi dua butir ekstasi, timbangan elektronik, serta uang Rp 200 ribu.

Pelaku ketiga adalah Ari Usman alias Kunting (29), warga Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang Kota. Kunting dibekuk polisi di rumahnya. Dari penangkapan tersebut petugas menyita tempat bedak warna hijau yang didalamnya berisi empat paket sabu serta uang Rp 700 ribu.

Malam harinya, Sat Resnarkoba menangkap Supriyanto alias Supri (40), warga Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung, Jombang. Supri tidak bisa berkutik, karena polisi menemukan 6 paket sabu di rumahnya. Kristal haram itu disembunyikan dalam wadah HP. Total sabu yang disita 1,3 gram.

Polisi juga menyita timbangan elektronik, plastik klip kosong, gunting, serta uang Rp 400 ribu. “Para pelaku dijerat Pasal 114 ayat (1) yo Pasal 112 ayat (1) UURI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Sekali lagi, kita terus melakukan pengembangan,” pungkas Mukid. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar