Hukum & Kriminal

Polisi Gerebek Pabrik Miras di Pinggir Jalur Pantura Tuban

Tuban (beritajatim.com) – Keberadaan pabrik Minuman Keras (Miras) jenis Arak milik Suyono (33) di gudang tua di pinggir jalur Pantura Tuban tepatnya di jalan raya Tuban-Surabaya, Desa Gesing, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban membuat Kapolres dan jajaran Forkopimda setempat kaget.

Kapolres Tuban, AKPB Nanang Haryono yang berada di lokasi penggrebekan panbrik arak itu kaget lantaran tidak mengira jika tempat yang ada di pinggir jalur nasional itu menjadi produksi Miras. Bahkan, pelaku terbilang nekat dengan melakukan produksi Arak dengan skala cukup besar tersebut.

“Kita tangkap produksi Arak yang cukup besar ini. Yang bikin kaget, ini berada di pinggir jalan raya yang merupakan jalur nasional,” terang AKBP Nanang Haryono, saat jumpa pers, Selasa (2/7/2019).

Penggrebekan pabrik Arak milik Suyono itu awalnya dilakukan petugas gabungan dari Satpol PP Tuban bersama Polres Tuban dan juga TNI. Setelah terbukti terdapat pabrik Arak dengan skala besar, kasus penanganan hukum pabrik miras itu diserahkan kepada pihak kepolisian Polres Tuban.

“Produksi ini skalanya cukup besar, pelaku bisa produksi sebanyak 33 dus Arak, setiap dus berisikan 12 botol ukuran 1,5 liter. Menurut pengakuannya Arak itu dijual ke Bojonegoro dengan harga 300 ribu rupiah setiap dus,” papar AKBP Nanang Haryono, yang juga kelahiran Bojonegoro itu.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, Suyono melakukan produksi Arak itu sudah berjalan sekitar dua bulan terakhir. Yang mana, pelaku sebelumnya telah ikut pada pelaku produsen Arak di wilayah Kecamatan Jatirogo yang sudah tertangkap beberapa bulan lalu.

“Pelaku ini pernah ikut bekerja di pabrik Arak yang ada di Kecamatan Jatirogo. Setelah bosnya tertangkap kemudian pelaku ini membuka produksi sendiri,” ungkap Kapolres Tuban di dampingi Kasapol PP Pemkab Tuban di lokasi pabrik Arak itu.

Sementara itu, Suyono (33), pelaku produksi Arak warga Desa Gesing, Kecamatan Semanding, Tuban itu mengaku melakukan produksi tidak sendirian. Yakni terdapat seorang pelaku lainnya yang ikut membiayai produksi Arak dengan skala besar itu di pinggir jalan raya itu.

“Modalnya pertama sepuluh juta, kemudian ditambah lagi menjadi tiga puluh juta. Kalau saya modalnya dari hutang,” kata Suyono, pria yang tertangkap produksi Arak itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan petugas gabungan dari Satpol PP Pemkab Tuban bersama Polisi dan TNI melakukan razia dengan sasaran penggrebekan pabrik miras Arak itu pada Senin (2/7/2019) malam. Saat digrebek, Suyono yang saat itu hanya seorang diri bersembunyi di bawah genteng gudang pabrik tersebut.[mut/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar