Hukum & Kriminal

Kabulkan Tuntutan Massa

Polisi Gelar Rekontruksi Pembunuhan Anggota Fatayat NU di TKP

Kediri (beritajatim.com) – Polsek Pare akan menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Binti Nafiah, anggota Fatayat NU Desa Canggu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri di Tempat Kejadian Perkara (TKP), pada Rabu (24/7/2019) pagi.

Kasi Humas Polsek Pare, Iptu Yani mengatakan, berdasarkan jadwal yang sudah dibuat, rekonstruksi pembunuhan Binti Nafiah, akan dilaksanakan di rumah korban di Desa Canggu, dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. “Rekan-rekan pers, Rabu (24/7/2019) jam 09.00 WIB, Polsek Pare dan Polres Kediri melaksanakan rekonstruksi kasus 365 dengan korban Binti Nafiah di TKP Desa Canggu,” tulisnya melalui pesan whatsapp.

Sementara itu, Taufiq Dwi Kusuma, SH, advokat dari LPBH NU Kabupaten Kediri yang mendampingi korban mengaku, sudah menerima informasi tersebut dari kliennya. Pihak Polsek Pare berkirim surat kepada keluarga korban perihal rencana rekonstruksi itu.

“Kami menerima kabar dari klien, bahwa Rabu pagi akan diadakan rekonstruksi ulang di TKP. Kami memberikan apresiasi kepada Kapolsek Pare, terkait aspirasi yang kami lakukan kemarin dari banom NU,” ujar Taufiq Dwi Kusuma.

LPBH NU memberikan apresiasi kepada aparat kepolisian, khususnya Polsek Pare yang akhirnya akan menggelar reka ulang adegan pembunuhan di TKP yakni di rumah korban. Dengan demikian, Polsek Pare ‘memenuhi’ tuntutan dari para anggota GP Ansor, Banser dan Fatayat NU dalam aksi unjuk rasa di depan Mapolres Kediri, sebelumnya.

Sebagaimana janji sejak awal, imbuh Taufiq, segenap GP Ansor dan Banser akan memberikan jaminan keamanan selama proses reka ulang tersebut berjalan. “Untuk jaminan keamanan kita akan mengerahkan personil yang ada,” imbuh Taufiq Dwi Kusuma.

Sementara itu, Ketua LPBH NU Kabupaten Kediri, Imam Muhklas, SH, MH mengatakan hal yang sama. Pihak keluarga korban juga memberikan apresiasi kepada aparat kepolisian. “Sikap pihak keluarga memberikan apresiasi, pada pokoknya reka ulang buka tujuan untuk mencari apa-apa, tetapi untuk benar pelakunya bagaimana melakukan tindak pidana,” kata Imam Muhklas.

Imam menambahkan, pihak keluarga korban, selama ini belum pernah bertatap muka dengan terduga pelaku. Melalui reka ulang di lokasi kejadian, keluarga berharap bisa mengetahui fakta yang sesungguh, kebenaran pelaku dan caranya melakukan tindak pidana pembunuhan tersebut.

Sebelumnya, puluhan massa dari GP Ansor, Banser dan Fatayat NU Kabupaten Kediri mengadakan aksi unjuk rasa di depan Markas Polres Kediri. Mereka menuntut kepolisian melakukan reka ulang adegan pembunuhan Binti Nafiah, anggota Fatayat NU di TKP. Dalam aksi tersebut, massa juga menggelar doa bersama yang ditujukan kepada penyidik yang menangani perkara tersebut dan doa untuk korban.

Sementara itu, karena merasa kurang puas terhadap jawaban kepolisian, massa sempat meneruskan aksinya ke Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri. Di markas korps Adhiyaksa tersebut, massa menuntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak menerima pelimpahan berkas almarhumah Binti Nafiah, dengan alasan tuntutan reka ulang di TKP belum dipenuhi oleh kepolisian. [nng/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar