Hukum & Kriminal

Polisi Bekuk Kurir Narkoba Jaringan Malaysia-Madura, Sita 25 Kg Sabu dan 10 Ribu Ekstasi

Surabaya (beritajatim.com) – Polrestabes Surabaya berhasil menangkap seorang kurir narkoba jaringan Malaysia-Madura. Tersangka adalah Acong (30), warga Desa Jambu, Kecamatan Burneh, Bangkalan, Madura, Jumat (14/2/2020). Dari penangkapan Acong, polisi mengamankan 25 kg sabu dan 10 ribu butir ekstasi.

Menurut AKBP Memo Ardian, Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya, barang bukti tersebut diamankan saat penggeledahan di rumah Bangkalan dan tempat kos tersangka di jalan Jambangan.

Saat penggeledahan di rumah tersangka, sebanyak 13 kg sabu ditemukan dalam tiga tas besar yang sudah dikemas dalam bungkus Teh China berwarna hijau dan kuning. Begitu juga di tempat kos tersangka, petugas menemukan 12 kg sabu dalam kemasan teh china serta 10 ribu ekstasi dalam kemasan kopi.

“Pelaku menyimpan sabu di rumahnya di Bangkalan sebanyak 13 kg. Selain itu, 12 kg sabu dan 10 ribu ekstasi juga diamankan di kos tersangka di daerah Jambangan, Surabaya,” jelas AKBP Memo Ardian.

Selain itu, barang bukti lain yang diamankan petugas adalah alat press plastik dan bukti-bukti transfer uang. “Ini pengembangan tangkapan subuh tadi. Dia merupakan jaringan Malaysia-Madura. Saat ini kami mengembangkan ke siapa yang menggerakkan pelaku. Pelaku sudah beroperasi di Surabaya sekitar 3 bulan,” jelasnya.

Menurut Memo, narkoba yang diamankan ini merupakan buatan China. Sedangkan Kota Surabaya menjadi salah satu jalur pengiriman narkoba. Untuk Madura sendiri, juga menjadi salah satu gudang penyimpanan narkoba. Bahkan, guna menyelundupkan narkoba ini, para jaringan narkoba internasional memanfaatkan Tenaga Kerja Indonesia (TKW) ilegal. Mereka dipulangkan secara ilegal juga melalui pelabuhan ‘tikus’.

“Ini menjadi bukti bahwa Indonesia adalah tujuan penjualan narkoba. Kota besar menjadi wilayah strategis peredaran narkoba. Sebab banyak pemakai narkoba di kota besar seperti Surabaya,” tandasnya. (man/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar