Hukum & Kriminal

Polisi akan Periksa Pemilik SPBU di Ponorogo yang Jual BBM Oplosan

Ponorogo (beritajatim.com) – Setelah menetapkan manager dan petugas keamanan SPBU sebagai tersangka kasus Pertamax oplosan, polisi juga bakal memeriksa pemilik SPBU yang berada di Desa Bangunrejo Kecamatan Sukorejo itu.

”Rencananya hari Senin (24/6/2019) nanti pemiliknya akan kami panggil,” Kapolres Ponorogo AKBP Radiant saat ditemui di Mapolres Ponorogo, Jumat (21/6/2019).

Identitas pemilik SPBU, kata Radiant, berinisial N, yang merupakan pengusaha SPBU asal Nganjuk. Terkait keterlibatan pihak lain maupun pemilik sendiri, Radiant menyebut pihaknya masih mendalami. Karena ini masih pemeriksaan awal dari 2 karyawan SPBU yang telah dijadikan tersangka. ”Dari keterangan tersangka, pemilik tidak mengetahui aksi pengoplosan tersebut. Namun masih kami dalami untuk pengembangan kasus tersebut,” katanya.

Sejak penangkapan 2 tersangka, pihaknya menyegel dan membentangkan police line agar tidak dijual kembali. Selain itu, Radiant juga berharap tanki-tanki yang dibuat untuk pengoplosan dilakukan pengurasan. Karena BBM tersebut dampaknya bisa merusak mesin. Untuk tersangka pengoplosan ini, dijerat dengan pasal 54, 55 junto 56 undang-undang nomor 21 tahun 2002. ”Dengan ancaman hukuman selama 6 tahun atau denda sebesar Rp. 60 milyar,” pungkasnya.(end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar