Hukum & Kriminal

Polda Jatim Kembali Tetapkan 1 Tersangka Terkait Insiden Asrama Mahasiswa Papua

Kapolda Jatim Irjenpol Luki Hermawan saat memberikan keterangab pers terkait penetapan tersangka baru dalam insiden asrama mahasiswa Papua

Surabaya (beritajatim.com) – Polda Jatim kembali menetapkan satu tersangka dalam insiden yang terjadi di asrama mahasiswa Papua Jalan Kalasan, Tambaksari, Kota Surabaya, sebelumnya penyidik Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim sudah menetapkan Tri Susanti alias Mak Susi sebagai tersangka.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan dalam keterangannya menyatakan penetapan tersangka baru ini berdasarkan alat bukti, diantaranya pemeriksaan dua saksi dan video yang dikantongi penyidik.

Dalam video tersebut diketahui tersangka yang bernama AS ini melakukan umpatan dan kata-kata Rasis serta kata binatang.

Sementara Wakapolda Jatim Brigjen Pol Toni Harmanto yang sekaligus sebagai ketua tim penyidik dalam kasus ini menyatakan bahwa tersangka adalah satu diantara enam orang yang selama ini dicekal oleh penyidik. Dan tersangka dijerat dengan UU 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi suku, etnis dan RAS.

” Hari ini baru akan ditetapkan satu lagi tersangka berdasarkan rekaman, laboratorium forensik serta saksi yang ada di lokasi,” ujarnya.

Namun sayangnya Wakapolda tidak menyebut dari unsur apa tersangka AS ini.

Untuk diketahui, insiden terjadi di asrama mahasiswa Papua di Surabaya pada malam menjelang peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Insiden dipicu adanya kabar pelecehan bendera merah putih yang dipasang di depan asrama.

Bendera yang dipasang ditempat itu, disebut telah dirusak orang tak dikenal. Tiang bendera patah dan bendera juga dirobek.

Atas kabar ini, sejumlah Ormas merangsek menuju ke asrama. Hendak mengibarkan kembali bendera merah putih. Ditengah upaya ini, terjadi kericuhan yang diwarnai ucapan rasisme. Hingga warga Manokwari di tanah Papua bergejolak.

Tidak hanya Manokwari, kerusuhan meluas di sejumlah daerah di Papua Barat Kemudian Jayapura. Sejumlah toko dan kantor perkantoran dibakar dan ada sejumlah aparat meninggal akibat bentrokan dengan warga.  [uci/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar