Hukum & Kriminal

Hari Perempuan Internasional

Pinky: Perkawinan Anak itu Pintu Masuk Kekerasan Seksual

Surabaya (beritajatim.com) – Dalam memperingati hari perempuan internasional, pada Jumat (8/3), dosen Antropologi Gender FISIP Universitas Airlangga, Dr. Pinky Saptanandari EP. Dra. MA menyebutkan bahwa peran perempuan itu penting di era kini. Terlebih, perkawinan anak merupakan pintu masuk kekerasan seksual.

Isu kekerasan seksual pada pernikahan anak ini belum tuntas dan menjadi pembahasan di seluruh dunia, sebut Pinky saat menjadi pembicara dalam seminar BEM FISIP Unair dan FPCI Unair pada Hari Perempuan Internasional di Aula Soetandyo FISIP Unair. Menurutnya, adanya pernikahan anak ini melanggengkan pengabaian sisi personal perempuan sekaligus anak itu sendiri.

Sebagai seorang praktisi gender, Pinky juga menyebutkan bahwa meskipun banyak pro kontra di tengah masyarakat dan ada juga kelompok yang menghalalkan pernikahan anak. Baginya, pernikahan anak akan melanggengkan subordinasi, ketidakadilan gender. Tidak hanya itu, gangguan kesehatan reproduksi sekaligus gangguan kehamilan juga sangat beresiko, papar Dr. Pinky.

Pernikahan anak ini juga menjadi salah satu faktor dari tingginya putus sekolah dan masa depan yang tidak terjamin seperti rawannya perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga. Banyak akar masalah yang menurut Pinky perlu ditangani bersama untuk mengatasi pernikahan anak.

Oleh salah satu politisi Nasdem, Lathifa Al Anshori juga mendukung bahwa pernikahan anak itu ibarat lingkaran setan, karena menyumbang adanya angka stunting. Bahkan dirinya memaparkan bahwa isu terkini mengenai perempuan yang segera ditangani yaitu pernikahan itu sendiri. [juf/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar