Hukum & Kriminal

Perusak Surat Suara di TPS 09 Sukodono Sidoarjo Dituntut 8 bulan

Sidoarjo (beritajatim.com) – Sidang kasus pengrusakan surat suara Pemilu 2019 di TPS 09 Desa Kloposepuluh, Kec Sukodono di PN Sidoarjo Jalan Jaksa Agung Suprapto memasuki masa pembacaan tuntutan.

Mulyadi (43) warga Desa Kloposepuluh yang menjadi terdakwa dituntut pidana penjara selama 8 bulan dengan massa percobaan selama 10 bulan pada sidang Rabu (12/6/2019).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) M.Ridwan Dermawan mengungkapkan, dari keterangan saksi dan bukti yang terungkap di persidangan, terdakwa terbukti bersalah dan dijerat dengan pasal 532 UU Pemilu.

“Terdakwa secara sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan suara seorang pemilih menjadi tidak bernilai,” kata Ridwan di depan Ketua Majlis Hakim Sih Yuliarti.

Berdasarkan bukti video yang ada juga, terdakwa secara sengaja mendekati meja dan mencoblos surat suara sebanyak 11 kali dengan menggunakan benda tajam sejenis paku kecil. “Unsur kesengajaan merusak surat suara terpenuhi,” sebut Ridwan.

Oleh karena itu, sambung Ridwan terdakwa dengan pidana penjara selama 8 bulan dengan masa percobaan selama 10 bulan. Kemudian dengan denda sebanyak Rp 5 juta rupiah. “Subsider 1 bulan jika tidak sanggup membayar,” tukasnya.

Menanggapi tuntutan itu, terdakwa memilih tidak banyak komentar. Melalui penasihat hukumnya H. S Makin Rahmat, ia meminta agar diberi waktu untuk memikirkan pembelaan dan hakim memutuskan untuk menunda persidangan pada hari Kamis (12/6/2019) pagi dengan agenda pembelaan dan pembacaan vonis.

Sementara itu, H.S.Makin Rahmat berharap ada pemberian keringanan dari majelis hakim terkait tuntutan dari JPU itu. “Fakta persidangan dari 45 surat suara yang tidak sah, yang rusak karena benda tajam (perbuatan terdakwa red,)  hanya sebelas. Kemudian, tidak ada niatan terdakwa untuk memenangkan salah satu paslon,” dalih Makin usai sidang. (isa/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar