Hukum & Kriminal

Perbandingan Angka Laka Lalin 2017 dan 2018

Pamekasan (beritajatim.com) – Kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama 2018, mengalami jumlah penurunan dibandingkan tahun sebelumnya khususnya dalam aspek kerugian materil yang mencapai angka hingga belasan miliar rupiah.

Pada 2017 silam, kerugian materil akibat kecelakaan lalu lintas mencapai angka sebesar Rp 11.714.125.000. Jumlah tersebut turun hingga mencapai angka 16 persen menjadi sebanyak 9.787.656.000 pada 2018 lalu.

Bahkan jumlah korban meninggal dunia alias MD, juga mengalami penurunan angka. Dari angka sebanyak 1.605 korban MD pada 2017, turun menjadi 1.34 korban MD pada 2018 lalu atau turun dengan prosentase sebesar 26 persen.

“Jumlah ini dalam skala nasional, termasuk kejadian di wilayah hukum Polres Pamekasan,” kata Wakapolres Pamekasan, Kompol Kurniawan Wulandono usai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2019 yang digelar di Halaman Mapolres Pamekasan, Jl Stadion 81, Senin (29/4/2019).

Jenis kejadian maupun pelanggaran lainnya juga mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Hanya jumlah tilang dan teguran yang mengalami angka kenaikan dari sebelumnya. “Total tilang naik 49 persen, pada 2017 tercatat sebanyak 833.607 kasus. Sedangkan pada 2018 mencapai angka sebanyak 1.243.047 kasus,” ungkapnya.

“Termasuk total teguran yang dilayangkan kepada para pengendara yang mencapai angka sebanyak 833.607 kasus pada 2017, naik menjadi 891.525 kasus pada 2018 atau naik sebanyak 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, total kecelakaan yang terjadi selama 2018 juga mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. “Total kecelakaan pada 2017 tercatat sebanyak 5.556 kasus, sedangkan pada 2018 turun 26 persen di angka 4.096 kasus,” jelasnya.

“Sementara untuk korban luka berat pada 2017 mencapai angka sebanyak 819 korban, turun menjadi 542 korban pada 2018. Termasuk juga korban luka ringan, sebanyak 6.470 pada 2017 turun 26 persen menjadi 4.799 orang pada 2018 lalu,” bebernya.

Dari itu pihaknya berharap operasi yang sebelumnya dikenal Simpatik Semeru 2019, nantinya bisa menjadi upaya meminimalisir pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

“Salah satu tujuan dari operasi ini, demi meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas. Dari itu kami harapkan anggota jajaran agar mempersiapkan berbagai langkah antisipatif, baik secara taktis, teknis maupun strategis. Sehingga nantinya bisa merubah mindset masyarakat demi mewujudkan prioritas Kapolri yang disebut Promoter, yakni Profesional, Modern dan Terpercaya,” pungkasnya.

Dalam giat Operasi Keselamatan Semeru 2019, terdapat tujuh poin penting yang menjadi sasaran operasi yang akan digelar selama 14 hari kedepan, terhitung mulai hari ini hingga Minggu (12/5/2019) mendatang. [pin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar