Hukum & Kriminal

Perampas Lintas Kota, 1 Meninggal dan 1 Tertembak Kakinya

Sidoarjo (beritajatim.com) – Satreskrim Polresta Sidoarjo meringkus dua pelaku perampasan uang senilai Rp 407 juta di depan pabrik PT Hasil Karya Jalan Bypass Krian Km 29.3 Desa Tambak Kemerakan Kec. Krian.

Kedua pelaku adalah Muhammad Muzammil alias Semil (30) warga Dusun Muragung Kel. Sanggra Agung, Kec. Socah Kab. Bangkalan dan Munir (49) warga Dusun Labang Timur Desa Labang Kec. Labang Kab. Bangkalan.

Munir dilakukan penembakan karena melawan saat ditangkap, dan meninggal dunia di RS Bhayangkara Polda Jatim. Sedangkan Semil kakinya dihadiahi timah panas karena berusaha melarikan diri saat akan ditangkap.

Tersangka Munir, sebelum dilakukan penangkapan di Jalan Dr. H. Ir. Soekarno Surabaya depan Kampus Unair Surabaya, almarhum melawan dengan cara menabrakkan motornya ke arah petugas.

“Karena melawan dan membahayakan petugas, Munir tak mengindahkan tembakan peringatan dan kemudian ditembak petugas dan meninggal di RS Bhayangkara Polda Jatim,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho, Kamis (8/8/2019).

Zain menjelaskan, dari tersangka Semil, petugas mengantongi nama-nama pelaku di Krian. Di antaranya Khusaeri alias Siri (residivis), Jupri (residivis), Muhammad (residivis) dan Mat Tinggal. “Mereka semua sekelompok dan berasal dari Bangkalan dan kami nyatakan DPO,” tegas dia.

Tersangka Muzammil alias Semil, kaki kanan dihadiahi timah panas

Para pelaku yang bereaksi di pabrik PT PT Hasil Karya Krian, juga termasuk yang pernah melakukan perampasan di depan kantor Baznas Sidoarjo dan di perumahan Kraton Regency Krian. “Para pelaku DPO terus dikejar sampai tertangkap,” tegasnya.

Masih kata Zain, dalam melakukan kejahatan di jalanan, merek selalu membawa senjata tajam untuk mengancam dan tidak segan-segan melukai korbannya secara sadis jika melakukan perlawanan atau mempertahankan barang yang mereka rampas.

Kelompok pelaku beranggotakan 6 pelaku itu mempunyai peran masing-masing dalam melakukan aksi kejahatan. Mulai di TKP bank, menguntit korban dari belakang sampai melakukan perampasan di TKP.

“Pengungkapan kasus ini berdasarkan keterangan saksi-saksi di lapangan, termasuk hasil pantauan CCTV di beberapa TKP. Kompolotan ini juga menjadi DPO Polrestabes Surabaya, Pasuruan dan Mojokerto. Mereka terus mencari sasaran lintas kota,” ungkap Zain.

Pelaku perampasan ini akan di jerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara. [isa/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar