Hukum & Kriminal

Peracik Handal Arak Tuban, Digulung di Sidoarjo

Sidoarjo (beritajatim.com) – Satreskrim Polresta Sidoarjo mengungkap home industri pembuatan minuman keras jenis arak di Desa Sumorame Kecamatan Candi.

Dari penggerebekan itu, polisi menyita 180 kardus arak siap jual, 20 drum bahan baku sudah campuran, 20 sak gila pasir, 2 kardus ragi, mesin ketel dan tempat pendinginan serta lainnya.

Dua tersangka Novi Setiawan (36) dan Puji Medianto (28), keduanya warga Tegal agung Kec. Semanding Kab. Tuban, selaku pemilik dan peracik, diamankan.

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho mengatakan, home industri miras jenis arak ini sudah berlangsung sejak 5 bulan yang lalu. Komposisi bahan campuran ini tak beraturan dan membahayakan kesehatan.

“Minuman arak ini tidak memiliki ijin edar,” katanya Selasa (10/9/2019).

Zain mengungkapkan, komposisi dari pembuatan miras ini terbuat dari bahan baku berupa gula pasir sebanyak 30 Kg, ragi ½ Kg dicampur air sebanyak 100 liter dicampur jadi satu, kemudian dimasukkan dalam drum dan di aduk.

Sesudahnya, di diamkan selama 2 minggu dalam keadaan drum tertutup agar campuran gula pasir, ragi dan air tersebut berfregmentasi. Setelah 2 minggu kemudian campuran bahan baku tersebut dimasak menggunakan tungku selama kurang lebih 4 jam atau sampai menguap.

Selanjutnya uap dari proses memasak tersebut disalurkan dengan selang kedalam bak air dingin untuk didinginkan sehingga uap tersebut mencair menjadi arak yang masih kotor kemudian di tampung disebuah drum.

“Setelah itu arak yang masih kotor tersebut difilter supaya bersih dan jernih. Setelah bersih dan jernih arak tersebut dikemas dengan menggunakan botol ukuran 1,5 liter tanpa merk dan siap untuk dikirim,” jelas dia.

Disebutkan Zain pemasaran dari arak ini selain di Sidoarjo, juga dikirim ke luar kota. Dalam memasarkan, pengirimannya malam hari. Untuk arga arak erbotol dijual senilai Rp 20 ribu. Omsetnya sampai jutaan dalam bisnis ini. “Sebulan bisa meraup keuntungan Rp 50 juta,” rincinya.

Dua orang ini spesialis peracik arak handal. Kpinteran yang dimiliki di daerahnya dibawa ke sini. Makanya dalam mnjalankan bisnisnya tidak merekrut karyawan. Milik sendiri dan diracik sendiri.

Dalam kasus ini, keduanya akan di jerat dengan Pasal 204 ayat (1) KUHP, Pasal 62 Jo Pasal 8 ayat (1) huruf a UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dan Pasal 140 Jo Pasal 86 ayat (2) UU No. 12 tahun 2012 tentang Pangan. (isa/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar