Hukum & Kriminal

Penyanyi Cantik Dituntut 5 Tahun Gara-gara Nyabu untuk Stamina Manggung

Surabaya (beritajatim.com) – Yolla Berlin, penyanyi dangdut asal Surabaya ini hanya bisa tertunduk saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sukisna menuntut pidana penjara selama lima tahun penjara pada dirinya. Alasan mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu untuk stamina tidaklah membuat Jaksa berbelas kasihan, dia tetap dituntut pidana penjara yanh cukup tinggi sesuai pasal yang dijeratkan yakni 112 ayat 1 UU RI No.35 Tahun 2009.

“Kasihan dia, mbak, dia ini kan single parent dengan tiga anak, jadi untuk kejar setoran sehingga makai ini untuk stamina,” ujar kuasa hukum Terdakwa yakni Fara Ajah Prihatin dari LBH Surya Gemilang, Senin (9/9/2019).

Fara mengakui bahwa kliennya memakai narkoba ini selama lima bulan terakhir dan itu dilakukan semata-mata untuk menambah stamina selama bekerja sebagai penyanyi.

Sementara dalam surat tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sukisno dari Kejaksaan Negeri Surabaya menyatakan terdakwa Yolla Berlin menyatakan terbukti menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I, sesuai pasal 112 ayat 1 UU RI No.35 Tahun 2009.

“Memohon majelis hakim menjatuhkan pidana selama lima tahun penjara,” kata jaksa yang akrab disapa Kisno.

Selain hukuman badan, terdakwa juga diwajibkan membayar denda senilai Rp 800 juta. “Jika tidak dibayar diganti kurungan penjara selama tiga bulan,” tegas jaksa kisno.

Usai mendengarkan tuntutan dari jaksa, majelis hakim yang diketuai Eko memberikan waktu satu minggu untuk mengajukan pembelaan.

“Sidang kami tunda satu minggu, dengan agenda pembelaan,” kata hakim Eko sembari mengetuk palu.

Pada persidangan sebelumnya, Perempuan yang tinggal di Jalan Kuwuan Lapangan, Sambikerep, Surabaya ini mengaku pakai sabu agar fit.

Untuk diketahui, bahwa terdakwa Yolla Berlin ditangkap usai membeli shabu dari seorang yang bernama Hasip (berkas terpisah), sebelumnya terdakwa memang telah menggunakan shabu bersama Surateno (berkas terpisah) di dalam kamar kostnya.

Karena merasa kurang, terdakwa dan Surateno sepakat untuk membeli shabu lagi. Saat kembali ke kostnya seusai beli shabu itulah terdakwa kemudian ditangkap bersama Surateno, saat dilakukan penggeledahan ditemukan alat bukti berupa botol plastik yang di pergunakan sebagai alat hisap atau bong dan juga handphone merek OPPO. [uci/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar