Hukum & Kriminal

Penjual Miras di Mojokerto Dijerat Pasal Berlapis

Mojokerto (beritajatim.com) – Anggota Satsabhara Polres Mojokerto melakukan penyisirkan ke sejumlah warung remang-remang. Hasilnya, sebanyak 12 botol arak putih dan 3 krat bir disita.

Cairan haram itu didapatkan dari warung remang-remang milik Sunandar (65) di Desa Kembengringgit, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Untuk membuat efek jera, penjual lantas diamankan ke Mapolres Mojokerto guna pemeriksaan lebih lanjut.

Kasat Sabhara Polres Mojokerto, AKP Bambang Eko Sujarwo mengatakan, di bulan Ramadan pihaknya mengintensifkan patroli dan razia rutin dengan maksud menekan tindak kriminalitas yang belakangan cenderung meningkat.

“Baik tindak kejahatan konvensional, seperti curanmor dan jambret, ataupun Harkamtibmas lainnya. Itu yang menjadi atensi kami. Jangan sampai, momen Ramadan ini malah dimanfaatkan pelaku kejahatan,” ungkapnya, Minggu (19/5/2019).

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Mojokerto, M Solikhin Fery menambahkan, dalam Operasi Pekat Semeru sudah ada dua penjual miras yang diamankan. “Untuk menimbulkan efek jera, petugas menerapkan tiga pasal sekaligus,” katanya.

Diantaranya, Pasal 204 ayat 1, KUHP tentang Peredaran Miras dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara. Pelaku juga terancam Pasal 106 UU RI Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan Pasal 135, pasal 142 UURI nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan.

“Penerapan pasal itu untuk membuat para penjual benar-benar jera. Sebab dengan beredarnya miras, banyak kejahatan yang terjadi. Bahkan juga bisa menyebabkan kematian dan persetubuhan anak. Dengan begitu kami harapkan mereka bisa jera, bukan hanya sekedar tipiring,” jelasnya. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar