Hukum & Kriminal

Penjarah Kotak Surat Suara di Sampang Terancam 5 Tahun Penjara

Sampang (beritajatim.com) – Yusuf Al Subaidi dan Romadhon, dua orang tersangka penjarah kotak surat suara di TPS 13 Desa Bapelle, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, saat Pemilu serentak 17 April 2019 lalu, kini telah menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri (PN) setempat, Selasa (21/5/2019).

“Agendanya yaitu pembacaan dakwaan dan mendengarkan keterangan saksi-saksi. Sekedar diketahui, sidang perkara ini harus selesai selama tujuh hari karena sifatnya Lex Specialis dengan hukum acara yang berbeda dengan KUHP, bahkan perkara ini bisa disidangkan secara in absentia karena memang khusus,” tutur JPU Kejari Sampang, Anton Zulkarnaen.

Dalam berita acara, lanjut Anton menyampaikan, jumlah saksi yang akan dihadirkan yaitu sebanyak enam orang. Namun dalam sidang perdana kali ini hanya dua saksi yang bisa hadir yakni dari Komisioner Bawaslu Sampang, Yunus Ali Ghafi dan Komisioner KPU setempat Syamsul Arifin.

“Tadi ada dua saksi yang hadir yaitu KPU dan Bawaslu Sampang. Untuk sidang selanjutnya, Rabu besok agendanya masih tetap yaitu keterangan saksi dan kami masih akan menghadirkan empat saksi lagi,” tegasnya.

Disinggung soal penuntutan, Anton mengaku masih berproses yakni masih mendengarkan saksi. Bahkan kedua terdakwa berencana menghadirkan saksi yang menguntungkan atau meringankan (A de Charge).

“Namun berdasarkan Undang-undang Pasal 517 UU No 7 Tahun 2017, tentang pemilu, kedua terdakwa dalam perkara pidana pemilu terancam dengan hukuman lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp 60 juta,” tandasnya. [sar/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar