Hukum & Kriminal

Pengakuan Istri Pelaku Pembunuhan Pensiunan Unej

Jember (beritajatim.com) – Jamilah, istri BC, tersangka pembunuhan terhadap pensiunan pegawai negeri sipil Universitas Jember Dadak Priyanto, menyebut suaminya adalah pencemburu. “Mulai dulu seperti itu. Curiga terus,” kata Jamilah kepada wartawan, Jumat (26/4/2019).

Jamilah mengatakan BC dan Dadak berkawan. Dia pun baik kepada Dadak karena mengenalnya sebagai kawan sang suami dan sama sekali tak ada hubungan perselingkuhan. “Saya tidak sebejat itu,” katanya.

Setiap kali cemburu, BC selalu melontarkan tuduhan ngawur. “Ya Allah, saya tidak ada hubungan dengan Pak Dadak. Jangan dijelek-jelekkan,” kata Jamilah yang menyatakan baru berkenalan dengan Dadak.

Jamilah minta agar Dadak tidak dijelek-jelekkan. “Kasihan,” katanya.

Asmara diduga polisi menjadi motif pembunuhan terhadap Dadak. BC menikam Dadak dengan pisau dapur saat bertamu di rumah sahabatnya di Jalan Srikoyo, Kamis pagi kemarin. BC berhasil diamankan di Kelurahan Baratan dekat stasiun pengisian bahan bakar umum beberapa jam setelah pembunuhan itu.

“Yang bersangkutan menghabisi nyawa korban karena asmara. Yang bersangkutan menduga seringnya istrinya tidak pulang karena bertemu korban. Tersangka adalah kawan korban dan sering menginap di rumah korban,” kata Kepala Kepolisian Resor Jember AKBP Kusworo Wibowo.

BC mengaku tak merencanakan pembunuhan. Dia bertamu ke rumah Dadak pagi itu karena ingin menanyakan keberadaan Jamilah. Pertengkaran mulut pun terjadi dan BC menikam dada Dadak dengan pisau dapur. Pisau dapur itu diperoleh dari mobil korban.

Kusworo belum bisa memastikan apakah kecurigaan BC terbukti atau tidak. “Kami jerat dia dengan pasal 340 KUHP yang disubsiderkan dengan pasal 338,” katanya. (wir/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar