Hukum & Kriminal

Dugaan Pemerkosaan Oleh Advokat

Pengacara PS Tawarkan Penyelesaian Secara Kekeluargaan

Surabaya (beritajatim.com) – Dugaan pemerkosaan yang ditudingkan pada pengacara PS diharapkan bisa terselesaikan secara kekerluargaan, hal itu diungkapkan oleh Rahman Hakim selaku kuasa hukum PS.

Rahman Hakim pada Jumat (14/6/2019) kemarin mendatangi kantor kantor DPD KAI dan IPHI jalan Prambanan Surabaya. Maksud kedatangan Rahmat ini menyampaikan apa yang dikatakan terlapor dalam kasus ini.

“Bahwa menurut dugaan sebagaimana dalam pemberitaan yang sudah tersebar dimana-mana, menurut Terlapor hal itu sama sekali tidak benar. Bahwa terkait informasi apapun, kita akan ikuti proses hukum yang berlaku di negera kita Repubil Indonesia ini,” ujar Rahman menyampaikan kedatangannya tersebut.

Masih kata Rahman, apabila dalam pemberitaan tersebut benar atau tidak benar maka ada konsekwensi hukumnya. Dan atas laporan yang dilakukan pelapor, terlapor merasa dirugukan. Untuk itu, terlapor melakukan lapor balik ke Polda Jatim namun sudah dilimpahkan penangananya ke Polrestabes Surabaya.

“Tidak sampai disitu, pak PS ini juga menyampaikan gugatan keperdataan terkait apa yang dia alami bahwa dia sebagai terlapor merasa dikriminalisasikan sehingga digugatlah secara keperdataan ke PN Surabaya. Tinggal menunggu proses persidangan selanjutnya,” tambahnya.

Adapun maksud dan tujuan pihaknya menemui pihak kuasa hukum pelapor adalah mengacu pada Undang-undang advokat yang seharusnya tidak ada persoalan hukum sesama advokat sebagaimana menurut etik yanh ada.

“Tapi ini karena sudah masuk ranah pidana maka kami sowan kesini, ada nggak win-win solution untuk menyelesaikan kasus ini,” ujarnya.

Win win solution yang dimaksud adalah penyelesaian secara kekeluargaan. Sementara Abdul Malik selaku kuasa hukum pelapor menyambut baik kedatangan kuasa hukum terlapor dan sebagai seorang pengacara dia juga setuju apabila penyelesaian kasus ini secara keleluargaan.

Namun, penyelesaian secara kekeluargaan yang dimaksud sulit tercapai apabila masing-masing pihak tidak berkata jujur. “Kalau pelapor waktu datang ke saya dan meminta untuk saya dampingi, saya sudah tekankan jangan berbohong dan sebaiknya berkata jujur. Dan sebagai seorang muslim, dia (pelapor) juga sudah bersumpah bahwa apa yang dia sampaikan adalah jujur,” ujarnya.

Kunci dari persoalan ini lanjut Malik adalah pelapor tidak hamil. Sebab kalah hamil maka segala proses hukum akan selesai dan kewajiban terlapor untuk menikahi pelapor. “Kalau sudah hamil maka mau tidak mau harus dinikahi, karena kasihan anaknya kalau tidak diakui oleh Bapaknya,” ujarnya.

Perlu diketahui, EDS seorang staf advokat di Surabaya melaporkan sang bos ke polisi dengan tuduhan melakukan pemerkosaan. Advokat tersebut adalah PS yang berkantor di Pandegiling Surabaya.

Pada awak media, EDS didampingi oleh kuasa hukumnya yaitu Firman Poldes dan Abdul Malik. Dalam pengakuannya, EDS mengaku diperkosa oleh PS sekitar pukul 16.00 Wib setelah dia mandi.

Atas laporan tersebut, PS membantah keras. Menurut PS, apa yang disampaikan pelapor sama sekali tidka benar dan mencemarkan nama baiknya. Untuk itu, PS membawa perkara ini ke ranah hukum dengan melaporkan EDS telah melakukan laporan palsu. [uci/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar