Hukum & Kriminal

Pendaftaran CPNS 2019, Pemohon SKCK di Polresta Kediri Melonjak

Kediri (beritajatim.com) – Pembukaan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019 berdampak pada peningkatan pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

Unit pelayanan SKCK Polresta Kediri mencatat terjadi lonjakan jumlah pemohon hingga dua kali lipat dari hari biasa.

Unit pelayanan SKCK Polresta Kediri di Jalan Brawijaya Kota Kediri sejak dua bulan terakhir diserbu oleh pemohon. Kebanyakan dari mereka adalah pelamar CPNS tahun 2019 yang mencari SKCK untuk persyaratan.

Dari data kepolisian menyebutkan, pada September 2019, produksi SKCK sebanyak 491 berkas. Dari jumlah itu, 171 berkas untuk keperluan CPNS dan lain-lain 320 berkas.

Sedangkan untuk Oktober 2019, produksinya meningkat mencapai 797 berkas, untuk keperluan CPNS sebanyak 382 berkas dan lain-lain 19 berkas.

Melalui data yang dihimpun unit pelayanan SKCK diketahui, apabila terjadi lonjakan jumlah pemohon SKCK sejak dua bulan terakhir hingga dua kali lipat. Sementara itu, dilihat dari data diri pemohon, didominasi oleh lulusan sarjana S1, SMA sederajat dan S2.

Indiana, salah satu pemohon mengaku, SKCK merupakan salah satu persyaratan wajib bagi para pendaftar CPNS. Hal ini pun menjadi persyaratan terakhir yang telah ia siapkan sebagai syarat pendaftaran.

Sementara itu, AKP Kamsudi, Kasubbag Humas Polresta Kediri mengatakan dalam melayani masyarakat, pihaknya menerjunkan personil yang professional. “Kita berikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” kata AKP Kamsudi, Kamis (14/11/2019).

Pelayanan SKCK di Polresta Kediri ditangani oleh Fungsi Intelkam. Untuk pembuatan SKCK, pemohon wajib memenuhi prosedur, antara lain membawa surat pengantar dari Desa atau Kelurahan, kecamatan hingga Polsek setempat dan dibebani biaya sebesar Rp 30 ribu, sebagaimana Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2016 tentang Jenis Dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak. [nng/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar