Hukum & Kriminal

Penahanan Pengusaha Galian C di Mojokerto Dihadang Puluhan Massa

Pengusaha galian C, Sumardi (46) dikawal langsung Kepala Kejari Kabupaten Mojokerto, Rudy Hartono saat masuk ke mobil tahanan untuk dibawa ke Lapas Klas II B Mojokerto. Foto : misti/beritajatim

Mojokerto (beritajatim.com) – Puluhan massa pendukung tersangka melakukan aksi penghadangan terhadap penahanan pengusaha galian C, Sumardi (46) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto. Kepala Kejari Kabupaten Mojokerto, Rudy Hartono turun langsung mengawal terdakwa ke mobil tahanan.

Puluhan orang berpakaian preman ini sudah tampak memenuhi halaman kantor Kejari Kabupaten Mojokerto sejak, Kamis (15/8/2019) pagi. Bahkan, dua mobil jenis minibus di parkir tepat di depan kendaraan tahanan yang akan mengusung tersangka ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Mojokerto.

Meski dijaga puluhan anggota Polres Mojokerto, namun massa yang berjumlah puluhan orang ini merangsek dan memenuhi halaman Kejari Kabupaten Mojokerto. Tersangka yang sudah bersiap dinaikkan ke mobil tahanan, kembali dimasukkan ke ruang pemeriksaan.

Proses penahanan berjalan lancar setelah Kepala Kejari Kabupaten Mojokerto, Rudy Hartono mengawal dan merangkul tersangka untuk di antar langsung ke salah satu mobil tahanan yang berada di tepi Jalan RA Basoeni, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

“Perkara kecil sebenarnya, perkara pencurian. Masuk bawa batu dari lahan atau tanah di Jatirejo yang kepemilikannya sudah diserahkan ke Kejagung oleh Menteri Keuangan. Intinya begitu,” ungkap Kepala Kejari Kabupaten Mojokerto, Rudy Hartono.

Masih kata Kajari, tersangka dijerat Pasal 362 KUHP tentang Pencurian. Ia disangka telah melakukan penggalian di lahan sitaan Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto seluas 53 hektar di Desa Gading, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

“Alasan penahanan, pasal cukup hak prerogatif penuntut umum. Nanti kita lihat sama-sama di Pengadilan, teman-teman kawal semoga cepat selesai perkaranya. Tidak ada (terkait proses negosiasi dengan massa sehingga tersangka bisa masuk mobil tahanan, red) karena tersangka fair orangnya,” katanya.

Kejari membantah jika massa yang meringsek masuk ke halaman Kejari Kabupaten Mojokerto dan sempat membuat penyidik tidak bisa membawa tersangka ke mobil tahanan merupakan aksi penghadangan. Hal tersebut hanya definis dari rekan-rekan wartawan.

“Tidak ada penghadangan, teman-teman saja yang mendefinisikan adanya penghadangan. Tidak ada apa-apa, santai. Selama saya di Kejari Kabupaten Mojokerto, baru kali ini tahap II lama sekali dari tadi pagi. Rupanya setelah saya cek belum di diperiksa kesehatan sesuai prosedur, dia pulang dulu. Dia cek dulu,” tegasnya.

Sementara itu, kuasa hukum Sumardi, M Amin mengatakan, pihaknya sudah mengajukan permohonan untuk tidak dilakukan penahanan, namun penyidik tetap ngotot akan memenjarakan kliennya. “Sejak pemeriksaan di Polres, selalu kooperatif. Bahkan, kalau sidang, kami siap menghadirkan pagi hari,” jelasnya.

Amin menerangkan, alasan untuk memuluskan proses persidangan tersebut dinilai tidak rasional. Namun, penahanan dinilai merupakan hak penuh dari penuntut umum. Kasus tersebut, dinilai Amin telah melalui proses persidangan.

Sebelumnya, Sumardi telah dilaporkan Kejari Kabupaten Mojokerto ke Mapolres Mojokerto telah melanggar UU Minerba. Namun, kasus ini dinyatakan bebas oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto. Di tingkat Kasasi Mahkamah Agung (MA), Sumardi dinyatakan bebas.

Kasus tersebut bermula dari rencana pembangunan pabrik gula di Jatirejo, tahun 2009 silam. Untuk memuluskan pembangunan, proses pengurukan dilakukan dan ribuan truk tanah urug didatangkan ke lokasi. Namun proses pengurukan tanah yang dilakukan Sumardi belum usai.

Sementara rencana pembangunan pabrik gula dihentikan. Tiga orang pengurus dinyatakan tersangka dan dana urug yang seharusnya dinikmati Sumardi tak terbayar sepeser pun. Tanah urug inilah yang menjadi perdebatan.

Tepat 12 Agustus-16 September 2018, Sumardi selaku direktur CV Bumi Leuser Samudra (BLS) akhirnya nekat melakukan penggalian. Dengan alasan, mengambil tanah urug miliknya. Kejari akhirnya melaporkan kasus pencurian ini ke Mapolres Mojokerto.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar