Hukum & Kriminal

Pemutilasi Guru Dance Kediri Minta Maaf ke Keluarga Korban

Kediri (beritajatim.com) – Azis Prakoso dan Aris Sugianto, dua tersangka kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Budi Hartanto (28) guru dance asal Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri akan menjalani rekonstruksi pembunuhan, pada Rabu (24/4/2019) besok. Sebelum menjalani reka ulang adegan, mereka meminta maaf kepada orang tua korban.

Permohonan maaf tersebut disampaikan kedua tersangka melalui kuasa hukumnya, Taufiq Dwi Kusuma. “Pelaku meminta maaf kepada pihak keluarga korban, khususnya kedua orang tuanya. Mereka mengakui bersalah. Mereka menyesali perbuatannya,” ujar Taufiq Dwi Kusuma, Selasa (23/4/2019).

Dijelaskan Taufiq, kondisi psikologis kedua tersangka dalam kondisi stabil. Mereka siap menjalani reka ulang adegan pembunuhan yang sudah dilakukan terhadap Budi. Rekonstruksi tersebut dijadwalkan berlangsung di beberapa tempat seperti, warung tempat pembunuhan di Jalan Surya Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri dan lokasi pembuangan jenazah secara terpisah.

“Kedua tersangka sudah berada di Kediri. Mereka dalam penahanan di sel tahanan Mapolres Kediri Kota,” imbuh Taufiq.

Kuasa hukum tersangka lainnya, Khoirul Lutfi Ashari menjelaskan, kedua tersangka tidak merencanakan aksi pembunuhan terhadap korban. “Pembunuhan itu dilakukan tersangka secara spontan,” tegas Lutfi.

Sementara itu, Tim Penyidik Polda Jatim menghadirkan seorang psikolog untuk mendampingi dan menggali informasi tentang pelaku melalui orang tuanya. Sebab, ada informasi apabila, perubahan perilaku tersangka Aris Sugianto berubah drastis setelah pulang merantau dari Johor, Malaysia, pada 2015 lalu.

Diberitakan sebelumnya, seorang tenaga honorer SD sekaligus guru dance, Budi Hartanto ditemukan tewas dalam kondisi tanpa kepala didalam koper, dibawah jembatan Desa Karanggondang, Udanawu, Blitar, pada Selasa (2/4/2019 lalu.

Belakangan diketahui apabila korban dibunuh dan dimutilasi oleh dua orang tersangka yaitu, Aris Sugianto (34) asal Udanawu, Blitar dan Azis Prakoso asal Ringinrejo, Kabupaten Kediri. Pembunuhan mutilasi itu dilakukan tersangka, setelah sebelumnya terlibat hubungan sesama jenis di warungnya.

Tersangka membunuh korban menggunakan pisau kemudian memutilasi bagian kepalanya. Untuk menghilangkan jejak pembunuhan, tersangka membuang jenazah korban secara terpisah menggunakan koper milik ibunya. [nng/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar