Hukum & Kriminal

Pembunuhan Anggota Fatayat NU Kediri, Keluarga Temukan Kejanggalan

Kediri (beritajatim.com) — Lembaga Penyuluhan Dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH NU) Kabupaten Kediri, sebagai kuasa hukum keluarga Binti Nafiah, yang terbunuh dalam kejadian pencurian di rumahnya sendiri di Desa Canggu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri meminta kepolisian Polsek Pare menggelar rekonstruksi di TKP. Permintaan tersebut untuk menjawab keraguan pihak keluarga dan masyarakat sekitar terhadap pelaku.

Imam Muklas, SH, selaku Ketua LPBH NU Kabupaten Kediri mengatakan, melalui rekonstruksi di TKP, semua pihak bisa melihat secara jelas pelaku dan caranya melakukan tindak pidana. Pasalnya, selama ini LPBH NU menerima informasi adanya kejanggalan terhadap kasus tersebut.

“Kami perwakilan NU berhadap agar bisa dilakukan rekonsruksi di tempat kejadian perkara, agar dapat diketahui secara pasti apakah benar dia pelakunya dan dengan cara bagaimana pelaku melakukan tindak pidana. Sehingga hal ini bisa menjawab pertanyaan yang sudah menjadi traumaik masyarakat sekitar khususnya warga Nahdliyin,” kata Imam Muklas, SH di rumah korban.

Baca Juga:

    “Dari informasi kami terima ada beberapa kejanggalan, melihat posisi matinya korban dalam posisi terlentang tidur yang dihubungkan dengan hasil kami terima. Maka untuk memastikan, perlu diilakukan rekontruksi,” imbuhnya.

    Disisi lain, Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kecamatan Badas siap membantu kepolisian dalam mengamankan jalannya rekonstruksi di TKP. GP Ansor akan mengerahkan pasukan Banser sebesar 100 hingga 200 personel guna menjamin pelaksanaan reka ulang adegan di lokasi dalam keadaaan aman.

    “Kami berharap dari pihak kepolisian mengadakan rekonstruksi di TKP. Terkait keamanan, kami siap membantu mengamankan, karena kami beberapa kali didesak warga bertanya – tanya bagaimana pelakunya kok lama tidak ketemu. Biar tidak ada tanda tangan dan tidak trauma lagi, maka dilakukan rekonstruksi. Apabila tidak bisa dilakukan polsek, mohon maaf kami dan teman teman akan mendatangi Polsek Pare ramai -ramai,” kara Ali Imron, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Badas.

    Sebelumnya, Polsek Pare mengamankan pelaku pencurian yang mengakibatkan Binti Nafiah, anggota Fatayat NU asal Desa Canggu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri terbunuh. Pelaku bernama Sugeng Riyadi asal Dusun Semanding, Desa Tretek, Kecamatan Pare.

    Terungkapnya pelaku berawal dari pengembangan kasus pencurian di rumah Qomarudin, pada 13 Juni 2019 yang dilakukan pelaku. Dalam pengakuannya, pelaku juga melakukan aksi pencurian di rumah korban, setahun silam. [nng].

    Apa Reaksi Anda?

    Komentar