Hukum & Kriminal

Pembalap Liar ‘Gebuki Knalpot Brong’ Miliknya di Mapolresta Sidoarjo

Sidoarjo (beritajatim.com) – Para pelanggar lalulintas yang terjaring dalam razia balap liar di Jalan Raya Jenggolo, yang kedapatan motornya tidak standar atau dimodivasi yang tidak standar, harus mengembalikan semua bagian motor sesuai aslinya.

Seperti ban motor menjadi ukuran lebih, knalpot brong, tanpa spion dan lainnya. Semua harus dikembalikan sesuai dengan keluaran pabrik atau standar yang tidak membahayakan.

Para pemilik motor itu harus mengembalikan standar dan kelengkapan motornya di Mapolres Sidoarjo, sebelum diizinkan pulang sesudah menunjukkan surat-surat sah kendaraan.

Satlantas Polresta Sidoarjo mewajibkan kendaraan yang telah terjaring razia agar melengkapi surat-surat dan layak jalan. Sehingga tidak ada lagi sepeda motor protolan apalagi knalpot brong.

Kasat Lantas Polresta Sidoarjo, Kompol Fahrian Saleh Siregar menjelaskan, menggunakan knalpot brong dengan dipasang di sepeda motor itu bisa menimbulkan suara sangat mengganggu di telinga orang lain.

“Gunakan knalpot standar. Knalpot brong mengganggu ketenangan masyarakat, juga sudah jelas melanggar peraturan lalu lintas yang ada,” ucapnya saat melihat langsung pelanggar ketika menghancurkan knalpot brong sepeda motornya di Polresta Sidoarjo, Selasa (16/07/2019).

Dikatakan Fahrian, hal ini merupakan suatu tindakan agar menimbulkan efek jera bagi para pemuda yang suka memasang knalpot brong dan menggunakan sepeda motor protolan.

“Harapannya semua bisa jera. Tidak ada lagi para pengguna roda dua melakukan pelanggaran. Kami akan terus konsisten. Jika terlihat makin marak lagi akan kita tindak lagi sampai situasi membaik,” papar tegas.

Pantauan di lapangan, para pemilik kendaraan harus rela menghancurkan sendiri knalpot racing miliknya di hadapan polisi dengan menggunakan palu.

Seperti diberitakan sebelumnya, 300 sepeda motor diamankan beserta pebalap liar yang menggunakan Jalan Raya Jenggolo sebagai ‘sirkuit’. Razia tersebut digelar Satlantas Polresta Sidoarjo hingga membuat pebalap lari kocar-kacir pada Minggu (14/7/2019) dini hari lalu.

Hasilnya, sebanyak 142 sepeda motor ditahan di Polresta Sidoarjo karena memasang knalpot brong dan menggunakan sepeda motor protolan hingga tidak bisa menunjukkan surat-surat yang resmi. [isa/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar