Hukum & Kriminal

Pelanggaran Dimensi Dominasi Operasi Gabungan di Mojokerto

Petugas Dishub Provinsi Jawa Timur saat melakukan operasi di Jembatan Timbang Trowulan. Foto : misti/beritajatim

Mojokerto (beritajatim.com) – Dari 42 kendaraan roda empat atau lebih yang dilakukan penindakan dalam operasi gabungan antara Polres Mojokerto dan Unit Pelaksana Teknik Lalu-lintss Angkutan Jalan (UPT LLAJ) Mojokerto, sebanyak 25 kendaraan melanggar dimensi. Operasi gabungan sendiri digelar di Jembatan Timbang Trowulan.

Sejumlah kendaraan roda empat atau lebih diberhentikan petugas gabungan saat melintas di depan Jembatan Timbang tepatnya di Jalan Raya Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Petugas memeriksa setiap kendaraan dan surat-surat untuk mengetahui apakah melakukan pelanggaran.

Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional, UPT LLAJ Mojokerto, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur, Yoyok Kristyowahono mengatakan, operasi gabungan yakni Operasi Patuh Semeru 2019 yang dilakukan Polres Mojokerto dan Operasi Sadar Keselamatan, Ketertiban Lalu-lintas yang dilakukan Dishub Provinsi Jawa Timur.

“Tujuannya untuk menekan angka pelanggaran yang dilakukan para pemilik kendaraan. Secara umum, ada sebanyak 42 kendaraan yang melakukan pelanggaran dan 25 kendaraan melakukan pelanggaran dimensi. Ini urgent karena berkaitan dengan pelanggaran overloading,” ungkapnya, Selasa (10/9/2019).

Masih kata Yoyok, penambangan dimensi tersebut dilakukan para pemilik kendaraan untuk meningkatkan muatan. Jika standar muatan 7,5 ton maka jika ditambah demensi maka jumlah muatan bisa lebih dari 7,5 ton. Umur kendaraan juga akan mempengaruhi komponen yang ada dan beresiko terjadi kecelakaan.

“Karena kalau kita lihat, selama ini kecelakaan yang terjadi disebabkan oleh kendaraan angkutan barang yang verload dalam muatannya. Selain panggaran dimensi, juga ditemukan ban gundul dan ban vulkanisir serta buku uji mati,” jelasnya.[tin]

Apa Reaksi Anda?

Komentar