Hukum & Kriminal

Pelajar Dominasi Pelanggar yang Terjaring Operasi Patuh Semeru di Ponorogo

Ponorogo (beritajatim.com) – Operasi Patuh Semeru yang dilakukan oleh Satlantas Polres Ponorogo resmi berakhir pada 11 September 2019. Operasi yang berlangsung selama dua pekan itu menjaring 2.352 pengendara baik roda dua maupun roda empat. Dan juga mengeluarkan sebanyam 762 surat teguran.

”Selama dua pekan ini setiap harinya ada ratusan pelanggar terjaring,” kata Kasatlantas Ponorogo AKP Bambang Prakoso, Kamis (12/9/2019).

Dari jumlah pelanggar tersebut kata Bambang, pengendara yang berstatus sebagai pelajar masih mendominasi. Yakni ada sekitar 1.819 pelanggar dari pelajar.

”Kebanyakan dari mereka tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), lainnya tidak membawa STNK atau motornya tidak standar pabrik,” kata Bambang.

Sedangkan untuk pelanggar yang menggunakan roda empat. Kebanyakan yang terjaring karena pengemudi tidak menggunakan sabuk pengaman dan belum memiliki SIM golonga A.

Meski operasi Patuh Semeru ini sudah berakhir, Bambang berharap para pelanggar tidak mengulangi perbuatannya. Supaya bisa meminimalisir kecelakaan lalu lintas di wilayah Ponorogo.

”Bagi pengendara yang belum punya SIM, ya alangkah baiknya menumpang kepada temannya yang sudah punya SIM. Atau kalau bepergian menggunakan angkutan umum atau ojek online,” pungkasnya.(end/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar