Hukum & Kriminal

Panggilan Ketiga, Direktur Rekanan Pasar Manggisan Jadi Tersangka Korupsi

Jember (beritajatim.com) – Kejaksaan Negeri Jember, Jawa Timur, menetapkan Direktur PT Maksi Solusi Engineering Irawan Sugeng Widodo alias Dodik menjadi tersangka dugaan korupsi Pasar Manggisan, Selasa (11/2/2020) malam.

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah Dodik memenuhi panggilan ketiga jaksa. Dia menjalani pemeriksaan sejak pukul 10 dan baru keluar ruangan untuk ditahan di Lapas Jember pasa 19.30. Dengan demikian, jaksa sudah menetapkan empat tersangka dalam kasus ini, yakni mantan kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jember Anas Maruf; konsultan perencana dan anak buah Dodik, Fariz M. Nurhidayat: dan pelaksana kegiatan pembangunan pasar Edi Shandy.

Proyek revitalisasi Pasar Manggisan di Kecamatan Tanggul menelan biaya APBD Rp 7,8 miliar. Seharusnya pembangunan pasar itu kelar pada akhir 2018. Namun ternyata pembangunannya mangkrak dan akhirnya jaksa turun tangan melakukan penyelidikan.

Pelaksana Harian Kepala Seksi Intelijen Kejari Jember Muhammad Jufri mengatakan, penetapan Dodik menjadi tersangka berdasarkan keterangan saksi-saksi dan tersangka lain. “Dia berperan sebagai atasan Faris dan konsultan perencana. Tapi terkait Manggisan, dia tetap pinjam bendera,” katanya.

Dari peminjaman bendera perusahaan jasa konsultan, ada jatah 7-8 persen dari nilai kontrak yang diberikan kepada rekanan yang bersedia dipinjam namanya oleh Dodik. “Sedangkan sisanya yang 92 persen itu untuk kepentingan pribadi dia. Beri kesempatan kepada penyidik untuk mengembangkan,” kata Jufri.

Jufri menegaskan kejaksaan akan tegak lurus. “Tunggu saja,” katanya. Saat ini jaksa baru terfokus pada Pasar Manggisan. Namun bisa jadi ada pengembangan, semua tergantung pada penyidikan. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar