Hukum & Kriminal

Onani di Pinggir Jalan, Pria Sidoarjo Terancam 10 Tahun Penjara

Sidoarjo (beritajatim.com) – Tersangka AYY, pekerja salah satu koperasi simpan pinjam di Candi, belum secara pasti mempunyai kelainan seks.

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho menyatakan, pihaknya belum mengetahui AYY mempunyai kelainan seks atau tidak. Pasalnya, untuk mengetahui itu, harus dilakukan tes psikologi terhadap yang bersangkutan.

“Secara pasti belum diketahui (memiliki kelainan seks). Meski dia melakukan ekploitasi sex di depan pelajar yang pulang sekolah. Karena kami belum melakukan tes psikologi,” katanya, Selasa (14/1/2020).

Bukan kali ini saja AYY melakukan onani di depan umum. Kepada petugas, AYY mengakui berulang-ulang mengeluarkan kemaluannya di lokasi dekat sekolah-sekolah kawasan Siwalanpanji, Buduran. Aksi itu sempat direkam, kemudian viral di laman Facebook Info Lantas Sidoarjo (ILS). “Pelaku mengakui sudah 6 kali di lokasi sama (melakukan onani), pada jam-jam pulang sekolah,” tambahnya.

Dalam penyidikan, sebelum viral di medsos, AYY tahun sebelumnya juga melakukan aksi serupa. Cuman diakui tidak rutin setiap pekan. Melainkan dua sampai 3 bulan. Sasaran lokasinya di dekat-dekat sekolah karena terobsesi seolah-olah berhubungan dengan seorang pelajar ataupun mahasiswa.

“Yang bersangkutan mengaku berulang kali. Kebiasaan itu dilakukan karena sering menonton blue film. Kebiasaan buruk itu dilakukan meski ada orang yang melihat karena pengaruh yang sering dilihat tersebut,” papar Zain.

Dalam kasus ini, pelaku terancam Pasal 36 Jo Pasal 10 UURI NO. 44 tahun 2008 Tentang Pornografi atau Pasal 281 KUHP, dengan ancaman maksimal 10 tahun. [isa/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar