Hukum & Kriminal

Kenalan Lewat FB

Ngaku Anggota BIN, Pelaku Janjikan Mobil Brio

Mojokerto (beritajatim.com) – Pelaku penipuan penggelapan dengan modus asmara, Aries Ristanto (27) mengaku kenal dengan korban yang dijadikan pacar lewat media sosial (medsos) Facebook (FB). Pelaku menjanjikan mobil Honda Brio dan meminta uang sekitar Rp8,5 juta.

Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno mengatakan, Aries merupakan warga Dusun Patung RT 06 RW 02, Desa/Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. “Tersangka kenal dengan seorang perempuan di Mojokerto dan dipacari,” ungkapnya, Senin (25/3/2019).

Masih kata Kapolres, korban adalah Y (26) warga Desa Tambakagung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Kpeada korban, Aries menjanjikan mobil Brio. Namun pelaku meminta uang sekitar Rp 8,5 juta. Menariknya dalam kasus tersebut, tegas Kapolres, pelaku mengaku sebagai anggota BIN.

“Akhirnya erempuan tersebut jatuh hati dengan tersangka, kerugian sekitar Rp8,5 juta. Untuk sementara korban hanya satu orang perempuan. Pelaku mengaku sebagai anggota polri, tugas di BIN. Selain tersangka, ada satu tersangka lain,” katanya.

Yakni Yosi Indah Diarto (45) warga Dusun Bogasari RT 01 RW 03, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak yang mengaku bisa membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Aries Ristanto (27) mengaku, kenal dengan korban melalui medsos FB dan memacarinya “Saya mengaku tugas di BIN. Awalnya, kirim gambar logo BIN dengan HP Samsung. Pacarannya sudah tiga bulan,” tuturnya.

Sementara itu, pelaku Yosi Indah Diarto (45) mengaku bisa membuat KTP setelah belajar dari internet. “Baru coba tapi gagal. Tidak ada imbalan apa-apa, dia adik teman. Saya editing data, tidak ikut-ikut itu. BIN itu Biro Investasi Nusantara,” jelasnya.

Dari tangan keduanya yang diamankan di sebuah kamar kos di Desa Menanggal, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto ini diantaranya, printer merk HP warna putih, handphone (HP) merk Advan dan Oppo, struk pengambilan uang dari atm Bank Panin Rp2,5 juta.

Lima lembar KTP palsu (sudah dirubah nama atau alamat) yang dicetak oleh pelaku, cuter, gunting kecil dan flashdisk merk Sandisk kapasitas 16 Gb warna merah hitam. Keduanya dijerat Pasal 378 Sub 372 Jo 263 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan dan atau Pemalsuan Surat. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar